Home
Login.
Artikelilmiahs
13728
Update
RATNA ERNITA
NIM
Judul Artikel
Perbandingan Kadar Kalsium Serum pada Pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir dengan Diabetes Melitus dan Non Diabetes Melitus di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Latar belakang: Prevalensi Penyakit Ginjal Tahap Akhir di dunia meningkat saat ini dengan Diabetes Melitus (DM) sebagai salah satu penyebabnya. Hipokalsemia merupakan faktor risiko DM. Abnormalitas kadar kalsium serum sering terjadi pada pasien penyakit ginjal tahap akhir. DM pada penyakit ginjal tahap akhir memperburuk kalsium serum dan meningkatkan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular. Tujuan Penelitian. Mengetahui perbandingan kadar kalsium serum pada pasien penyakit ginjal tahap akhir dengan DM dan non DM. Metode Penelitian. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien penyakit ginjal tahap akhir dengan DM dan non DM, masing-masing 22 subjek, berusia 18-65 tahun, dan menjalani hemodialisis < 2 tahun. Analisis statistik menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil Penelitian. Subjek penelitian menunjukkan rerata usia 49 tahun dan jenis kelamin perempuan lebih banyak (59,1%). Rerata nilai kalsium serum total (8,8:8,5) dan nilai koreksi kalsium (9,3:9,05) adalah normal. Analisis bivariat nilai kalsium serum total dan nilai koreksi kalsium pada kedua kelompok tidak menunjukan perbedaan yang signifikan (p>0,05). Kesimpulan. Tidak terdapat perbedaan kadar kalsium serum pada pasien penyakit ginjal tahap akhir dengan DM dan non DM.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Background: Prevalence of End-Stage Renal Disease (ESRD) in the world increased at last century. Diabetes Melitus (DM) is major cause of the ESRD. Hypocalcemia is a risk factor of Diabetes Melitus. Abnormalities of calcium serum level is a common complication of ESRD. Abnormalities of calcium serum level in ESRD patient with DM tends to be worse and increased mortality by cardiovascular disease. Objective: To study the comparison of calcium serum level in ESRD patient with DM and non DM. This research was an analitic observational with cross sectional study. Subjects enrolled were 22 patients each ESRD with DM and non DM, aged 18-65 years old, and had hemodalysis <2 years. Independent t test was used for statistical analysis. Result. The average age of subjects is 49 year old with female more than male subjects (51,9%). Mean of the total calcium serum (8,8:8,5) and corrected-calcium (9,3:9,05) was normal. The result of bivariate analysis between two groups was not significant (p>0,05). Conclusions. There was no difference in calcium serum level in patient ESRD with DM and non DM.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save