Home
Login.
Artikelilmiahs
13684
Update
RENDIE PRASETYO
NIM
Judul Artikel
PERBANYAKAN TUNAS PISANG KULTIVAR AMBON NANGKA (Musa sp.) DALAM KULTUR IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN KINETIN DAN ARANG AKTIF
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) mempelajari pengaruh interaksi antara kinetin dan arang aktif terhadap pembentukan tunas pisang kultivar ambon nangka; dan 2) menentukan konsentrasi kinetin dan arang aktif yang paling baik untuk memacu pertumbuhan tunas pisang ( Musa sp.) kultivar ambon nangka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan dasar Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial. Faktor pertama yang dicoba adalah konsentrasi kinetin (K) dengan 4 taraf yaitu K1: 15 µM, K2: 20 µM , K3: 25 µM dan K4 : 30 µM. Faktor kedua adalah konsentrasi arang aktif (A) dengan 4 taraf yaitu A0: 0 g/l ; A1: 1 g/l ; A2: 2 g/l ; dan A3: 3 g/l. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Parameter yang diukur adalah waktu kemunculan tunas, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah akar dan panjang akar yang terbentuk. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Ragam pada tingkat kepercayaan 95% dan 99. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara kinetin dan arang aktif tidak berpengaruh terhadap panjang tunas pisang (Musa sp.) kultivar ambon nangka. Perlakuan kinetin 20 µM tanpa arang aktif (K2A0) menghasilkan jumlah tunas pisang (Musa sp.) kultivar ambon nangka paling banyak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research has been carried out with a view to: 1) study the effect of the interaction between kinetin and activated charcoal on the formation of buds of ambon nangka banana cultivar; and 2) to determine the best concentration of kinetin and activated charcoal to stimulate the shoot growth of ambon nangka banana cultivar. This research has been carried out experimentally using a Completely Randomised Design (CRD) on a factorial treatment pattern. The first factor tested was the concentration of kinetin (K) with 4 levels i.e. K1: 15 μM, K2: 20 μM, K3: 25 μM and K4: 30 μM. The second factor was the concentration of activated charcoal (A) with 4 levels i.e. A0: 0 g / l; A1: 1 g / l; A2: 2 g / l; and A3: 3 g / l. Each treatment combination was repeated 3 times, which resulted in 48 experimental units. The parameters measured included the shoot emergence time, number of shoots, shoot length, number of roots and root length. The data obtained were analysed using an analysis of variance (ANOVA) at 95% and 99% level of confidences. The research results showed that the interaction between kinetin and activated charcoal had no effect on shoot length of ambon nangka banana cultivar. It was also found that the addition of 20 µM kinetin without any added activated charcoal resulted in the highest shoot number of ambon nangka banana cultivar.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save