Home
Login.
Artikelilmiahs
13637
Update
MOHAMAD ILHAM NUR ILLAHI
NIM
Judul Artikel
APLIKASI DUA TEKNOLOGI BUDIDAYA DUA VARIETAS CABAI MERAH TERHADAP PENYAKIT VIRUS KUNING DI LAHAN PASIR PANTAI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Teknologi budidaya BPTP terhadap intensitas penyakit virus kuning, dan hasil tanaman cabai merah.Penelitian dilaksanakan di lahan pasir Pantai Bugel, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Daerah Istimewa Yogyakarta dari Maret sampai Agustus 2015. Faktor yang sudah dicoba adalah dua teknologi, yaitu aplikasi Teknologi budidaya BPTP terdiri atas aplikasi PGPR, perangkap likat kuning, penanaman border jagung dan aplikasi insektisida berbahan aktif Abamektin 18 EC., dan Teknologi budidaya Petani terdiri atas aplikasi insektisida berbahan aktif Abamektin 18 EC pada dua varietas cabai merah terdiri atas Varietas Kencana dan Helix, sehingga diperoleh 4 perlakuan dan jumlah ulangan 8 kali. Variabel pengukuran yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, luas serangan, tinggi tanaman, jumlah cabang, panjang buah, jumlah buah, dan bobot hasil pertanaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Teknologi budidaya BPTP tidak berpengaruh terhadap masa inkubasi, laju infeksi, danluas serangan penyakit. Teknologi budidaya petani mampu menurunkan Intensitas penyakit pada Varietas Kencana dan Helix masing-masing sebesar 25,37% dan 67,46%, dan laju infeksi mampu menurunkan pada Varietas Helix sebesar 75%. Teknologi budidaya BPTP pada Varietas Kencana dan Helix mampu meningkatkan tinggi tanaman masing-masing sebesar 12,44 dan 0,64%, jumlah buah sebesar 23,49 buah dan 16,74 buah, bobot hasil per tanaman sebesar 46,66 dan 59,42%. Teknologi budidaya BPTP dan Petani tidak berpengaruh terhadap jumlah cabang cabai merah, dan panjang buah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
A research aimed to determine the effect of BPTP cultivation technology on disease intensity and yieldof red chili. The research was carried outat the Bugel Sea coast land, Panjatan Subdistrict, Kulonprogo Regency, Yogyakarta Special Region, and at Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta from March up to August 2015. Factor tested was two technologies, i.e., BPTP cultivation technology consisted of PGPR, yellowtrap, planting of corn as border, and insecticide with active ingredient of Abamectin 18 EC application, and farmercultivation technology consistedof the insecticide application only on two red chili varieties, i.e., Kencana and Helix varieties and repeated 8 times Variables observed were incubation period, disease intensity, infection rate, attack area, crop height, number of branches, fruit length, number of fruits, and yield weight per crop. Result of the research showed that the BPTP cultivation technology was not significantly difference on Kencana and Helix varieties in incubation period, infection rate, and attack area of the disease. The farmer’s cultivation technology could decrease the disease intensity on Kencana and Helix varieties as 25,37and 67,46%, respectively, and the farmer’s cultivation technology could decrease the infection rate on Helix variety as 75%. The BPTP cultivation technology on Kencana and Helix varieties could increase crop height, number of fruits, and yield weight per crop as 12.44 and 0.64%, 23.49 and 16.74 fruits, and 46.66 and 59.42%, respectively. Both technologies did not affect the number of red chili branches and fruit length
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save