Home
Login.
Artikelilmiahs
13631
Update
MARIA SAVVYANA SAPUTRA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS BREAK EVEN POINT RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO TAHUN 2014
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Analisis break even point adalah teknik analisis keuangan yang dilakukan oleh manajemen rumah sakit untuk mengetahui pada volume pelayanan berapa rumah sakit tidak mengalami kerugian tetapi belum mendapatkan keuntungan. Break even dapat dicapai ketika jumlah total penghasilan rumah sakit sama dengan jumlah total biaya. RSGM Unsoed sebagai rumah sakit milik pemerintah belum melakukan analisis break even point. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen biaya dan menganalisis break even point RSGM Unsoed tahun 2014. Metode analisis yang digunakan adalah perhitungan dengan rumus matematika. Hasil penelitian menunjukkan nilai break even point RSGM Unsoed tahun 2014 sebesar Rp 11.210.578.840,00 pada skenario 1 dengan mempertimbangkan penyusutan gedung dan bangunan serta penyusutan peralatan dan mesin, pada skenario 2 adalah sebesar Rp 6.336.358.248,00 dengan mempertimbangkan penyusutan peralatan dan mesin tanpa penyusutan gedung dan bangunan, sementara pada skenario 3 adalah sebesar Rp 977.485.055,00 tanpa mempertimbangan penyusutan gedung dan bangunan serta peralatan dan mesin. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan adalah untuk meningkatkan pendapatan dengan menekan total biaya, memperluas unit pelayanan yang menguntungkan, dan menurunkan biaya rumah tangga yang tinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Break even point analysis is a financial analytical technique performed by the hospital management to identify the hospital service value at which the hospitals are neither incurring a loss nor making a profit. Break even is reached when sales revenue equals total cost. As a public hospital, Jenderal Soedirman University Dental Hospital has not conducted the break even point. This study was aimed to identify the costs components then analyze its break even point in 2014. This study employed mathematic formula for analysis method. The results showed that the value of break even point was 11,210,578,840 IDR for scenario 1 considering depreciation on building, equipment, and machinery. For the scenario 2, the value of break even point was 6,336,358,248 IDR considering depreciation on equipment and machinery without building, while for scenario 3 was 977,485,055 IDR without considering depreciation on building, equipment, and machinery. It suggests to increase revenue through decreasing total costs, extending other profitable units such as Dental Clinic Laboratory, and decreasing overhead costs.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save