Home
Login.
Artikelilmiahs
13625
Update
ANDRETA FARAH DILA
NIM
Judul Artikel
PENGARUH APLIKASI MEMBRAN AMNION FREEZE DRIED TERHADAP KEKUATAN TARIK KULIT (TENSILE STRENGTH) PASCA INSISI (Studi Eksperimental Laboratoris In Vivo)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Luka insisi pascaoperasi terutama yang melibatkan kulit wajah diharapkan cepat sembuh karena dapat mengganggu penampilan seseorang, sehingga dibutuhkan penutupan luka yang tepat untuk mempercepat penyembuhan luka. Membran amnion freeze dried (MAFD) selain dapat digunakan sebagai penutup luka, juga memiliki growth factor dan kolagen yang dapat memicu epitelisasi, meningkatkan pembentukan kolagen, dan angiogenesis. Salah satu indikator untuk menilai tingkat penyembuhan luka adalah dengan mengukur kekuatan tarik kulit (tensile strength). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi MAFD terhadap kekuatan tarik kulit pasca insisi pada hari ke-5,7,dan 10. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan menggunakan 36 ekor tikus Rattus novergicus galur Sprague dawley yang dibagi menjadi 2, yaitu kelompok kontrol (KK) dan kelompok perlakuan (KP) dengan hari pengamatan ke-5, 7, dan 10. Semua kelompok dilakukan insisi di bagian punggung tikus hingga kedalaman subkutan. KK diaplikasikan NaCl fisiologis dan KP diaplikasikan MAFD. Sesuai hari pengamatan, dilakukan pengamatan kondisi klinis kulit dan dipotong sesuai pola, kemudian dilakukan pengujian kekuatan tarik menggunakan tensile strength tester. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji T-independent. Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi klinis tikus pada KP memiliki estetik yang lebih bagus dibandingkan KK. Hasil uji analisis menunjukkan bahwa pada hari ke-5 (p>0,05), hari ke-7 (p<0,05), dan hari ke-10 (p<0,05) antara KK dan KP. Hal ini membuktikan bahwa pada hari ke-5 tidak terdapat perbedaan bermakna, sedangkan pada hari ke-7 dan ke-10 terdapat pebedaan bermakna antara KK dan KP. Simpulan penelitian ini adalah aplikasi MAFD pada hari ke-7 dan ke-10 lebih berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan tarik kulit dibandingkan pada hari ke-5.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Post operative incision wounds mainly involving facial skin is expected a healing because it can interfere with a person’s appearance, it’s so needed a proper wound dressing to accelerate wound healing. Freeze dried amniotic membrane in addition can be used as a woud dressing, also have a growth factor and collagen that can stimulate epitheliazation, increasing the formation of collagen, and angiogenesis. One of the indicators to asses the rate of wound healing is by measuring the skin tensile strength. This research aims to know the effect of amniotic membrane amnion freeze dried applications on skin tensile strength post incision on day 5,7, and 10. This type of research is experimental laboratoris by using 36 Rattus novergicus of rats Sprague dawley’s strains are divided into two gorups (KK and KP) with day’s observation to 5,7,and 10. All the groups take incision in the dorsal of a rat to a depth of subcutaneous. The control group applied of physiological NaCl and treatment’s group applied with freeze dried amniotic membrane. Each group of day’s carried out and take the observations of the clinical condition of the skin and cut appropriate patterns, the performed testing using the tensile strength tester. The result were analyzed using independent T-test. The results showed that clinical condition of the rat on the KP showed better aestheticresults compared to the KK. The results of analyzed showed that the group on day 5 (p>0,05), day 7 (p<0,05), day 10 (p<0,05) between KK and KP. This proves that on day 5 there were no significant differences, whereas on the day of the 7th and 10th there were a significant differences between KK and KP. A summay of this research is application MAFD on the day of the 7th and 10th have more effects for increasing tensile strength compare to on day 5th.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save