Home
Login.
Artikelilmiahs
13603
Update
RATNA SARI DEWI
NIM
Judul Artikel
KONTRIBUSI KOMPONEN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP KEMANDIRIAN KEUANGAN KABUPATEN MAJALENGKA PASCA DIBERLAKUKANNYA OTONOMI DAERAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini mengambil judul. “Kontribusi Komponen Pendapatan Asli Daerah Terhadap Kemandirian Keuangan Kabupaten Majalengka Pasca Diberlakukannya Otonomi Daerah”. Lokasi penelitian yaitu di Kabupaten Majalengka dengan masa periode penelitian tahun 2008-2013. Dasar penelitian ini adalah diberlakukannya otonomi daerah sejak tahun 2001 sehingga setiap daerah harus mampu melaksanakan otonomi daerah secara luas dan bertanggung jawab. Tujuan dari penelitian ini yaitu yang pertama untuk mengetahui tingkat kemadirian keuangan daerah kabupaten majalengka dan kemudian untuk mengetahui komponen PAD yang paling dominan. Hipotesis yang ditarik dalam penelitian ini adalah yang pertama kabupaten Majalengka mempunyai tingkat kemandirian keuangan daerah yang rendah dan hipotesis yang kedua adalah lain-lain PAD yang sah memberikan kontribusi tertinggi daripada komponen PAD yang lain. Untuk mengetahui tingkat kemandirian keuangan daerah dihitung dengan membandingkan antara PAD dengan bantuan pemerintah pusat/ propinsi. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan kemampuan Kabupaten Majalengka dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan dengan kemampuan daerah itu sendiri. Sedangkan untuk mengetahui komponen PAD yang pa,ing dominan, perlu diketahui sebelumnya kontribusi masing-masing komponen PAD tersebut. Komponen PAD yang memberikan kontribusi terbesar merupakan yang paling dominan. Dari hasil perhitungan ini dapat digunakan sebagai masukan dalam usaha peningkatan PAD. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa Kabupaten Majalengka mempunyai tingkat kemandirian keuangan daerah yang rendah, dan Lain-lain PAD yang sah merupakan komponen PAD yang paling dominan. Dari penelitian ini dapat diimplikasikan bahwa perlu diupayakan peningkatan sumber penerimaan dari PAD, sehingga diharapkan PAD kabupaten Majalengka terus meningkat untuk mencapai kemandirian keuangan daerah. Upaya peningkatan PAD tersebut dapat dilakukan dengan cara intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan penerimaan daerah. Selain itu Kabupaten Majalengka perlu terus menggali potensi-potensi ekonomi daerah yang ada untuk meningkatkan PAD.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research take on titles “contributions components local revenue for financial independence of Kabupaten Majalengka after the regional autonomy” . Research locations in the Kabupaten Majalengka with a period of research years 2008-2013. Basic this research is the endorsement of regional autonomy since 2001 so that each regions should be capable of performing regional autonomy widely and responsible .The purpose of research is the first to know the level kemadirian regional financial kabupaten majalengka and then to know the most dominant components of local revenue. Hypothesis drawn in research is the first kabupaten majalengka have a financial independence a low area and the second hypotheses is another legitimate PAD contributed highest than other components of local revenue . Determine the level of regional financial independence calculated by comparing between PAD with the help of the central government / province .The results shows kabupaten Majalengka ability to fund governance the region itself .While to know the most dominant local revenue, it is important to note the components each local revenues .This local revenue with the biggest contribution is most dominant . The calculation result on it may be used as input in for increases in local revenue.Of the results of research conducted, be seen that kabupaten majalengka have a financial independence a low area, and another legitimate PAD is the most dominant component of PAD.From the study can implied that should be channeled increase sources of income of a PAD, it is expected that pad kabupaten majalengka continues to rise to reach regional financial independence .Efforts to improve the local revenue may be done by means intensification and extensification to collect regional income.In addition kabupaten majalengka need to keep exploring potentials economic regional government to increase local revenue.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save