Home
Login.
Artikelilmiahs
13567
Update
WINI KARMILA
NIM
Judul Artikel
SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN SEMBUNG (Blumea balsamifera) SEBAGAI AGEN DEFAUNASI PROTOZOA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KECERNAAN SERAT KASAR DAN KARAKTERISTIK FERMENTASI RUMEN SAPI POTONG SECARA IN VITRO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh suplementasi tepung daun sembung (Blumea balsamifera) sebagai agen defaunasi terhadap total protozoa hidup, kecernaan serta karakteristik fermentasi rumen sapi potong secara in vitro. Penelitian dirancang menurut Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan taraf suplementasi tepung daun sembung 0%, 2%, 4%, dan 6% dari bahan kering (BK) ransum sebagai perlakuan. Pakan dasar terdiri dari jerami pada amoniasi dan konsentrat dengan imbangan BK adalah 70% dan 30%. Amoniasi jerami padi menggunakan urea dan onggok masing-masing 5% dan 2,5% dari berat kering jerami padi. Sumber inokulum adalah cairan rumen yang diperoleh dari tiga ekor sapi segera setelah dipotong di RPH Mersi Purwokerto. Peubah yang diukur yaitu jumlah protozoa hidup, kecernaan bahan kering dan serat kasar, pH rumen, konsentrasi VFA total dan NH3. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi tepung daun sembung (Blumea balsamifera) berpengaruh (P<0.05) terhadap total protozoa hidup, kecernaan BK dan serat kasar, produksi VFA dan NH3. Peningkatan suplementasi tepung daun sembung menurunkan (P<0,05) total protozoa hidup secara kubik dan juga menurunkan secara liner (P<0.01) kecernaan serat kasar, akan tetapi meningkatkan secara linear (P<0,05) kecernaan bahan kering. Produksi VFA dan NH3 meningkat (P<0.01) secara kuadratik sejalan dengan peningkatan taraf suplementasi tepung daun sembung. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi tepung daun sembung (Blumea balsamifera) 1,6% dari jumlah pakan pakan dasar dapat menurunkan total protozoa hidup, meningkatkan kecernaan bahan kering, meningkatkan VFA total dan NH3 tanpa mempengaruhi pH cairan rumen sapi potong.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The aim of this research was to study the effect of supplementation of sembung flour (Blumea balsamifera) as defaunate agents on live protozoa, digestibility and rumen fermentation characteristics of beef cattle in vitro. The research was designed according to Completely Randomized Design (CRD) with. sembung leaf meal supplementation level were 0%, 2%, 4% and 6% as treatments. Each treatment was replicated five times. Basal diets were consisted of ammoniation rice straw and concentrate with dry matter ratio of 70% : 30%. Ammoniation of rice straw used urea of 5% added with 2.5% of cassava waste as additive. As inoculum sources were rumen fluid obtained from three beef cattle after slaughtering in Mersi slaughter houses, Purwokerto. The variable measured were the number of live protozoa, digestibility of dry matter and crude fiber, rumen pH, VFA total and NH3. Analysis of variance showed that supplementation of flour sembung (Blumea balsamifera) significant affect (P<0.05) on total of protozoa, digestibility of dry matter and crude fiber, VFA and NH3 total. Increasing of sembung flour supplementation decreased cubically (P<0.05) total of protozoa living and linearly (P<0.05) on crude fiber digestibility. However, enhancing of sembung flour supplementation caused increasing of dry matter digestibility linearly (P<0.05). VFA and NH3 production increased quadratically (P<0.01) in line with the increase of sembung flour supplementation. It can be concluded that supplementation of flour sembung (Blumea balsamifera) at level of 1.6% from basal diet can reduce total protozoa living and increase digestibility of dry matter, VFA and NH3 production without affecting the pH of the rumen fluid beef cattle.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save