Home
Login.
Artikelilmiahs
13561
Update
AULIA THARIQ NOOR MAJID
NIM
Judul Artikel
SUKSESI FORMASI HALANG, DALAM PENGISIAN CEKUNGAN DALAM BUSUR (INTRA-ARC BASIN) PADA MIOSEN AKHIR DI BANTARKAWUNG, JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian berada di daerah Kecamatan Bantarkawung, Jawa Tengah. Secara fisiografi masuk kedalam zona Bogor-North Serayu-Kendeng. Daerah tersebut pernah menjadi bagian dari cekungan belakang busur pada Oligosen-Miosen Tengah dan berubah menjadi cekungan dalam busur di Miosen Tengah-Resen. Dari stratigrafi yang ada, cekungan ini merekam aktivitas gunungapi dari Oligosen-Resen. Formasi Halang merupakan produk dari material rombakan gunungapi yang diendapkan dengan mekanisme arus gravitasi pada lingkungan kipas bawah laut pada Miosen Tengah-Akhir. Maping detail dan observasi lapangan mengenai Formasi ini secara garis besar dihasilkan empat fasies asosiasi yaitu endapan slump, batupasir submarine-channel, batupasir submarine-fan lobe, dan mudstone basin plain. Secara umum Formasi Halang didominasi perselingan batupasir dengan mudstone. Hadirnya sikuen Bouma dari interval Ta-Te hampir di setiap singkapan menandakan bahwa Formasi ini didominasi oleh sitem arus turbit. Adanya bidirectional ripple pada interval Tc mengindikasikan hasil dari mekanisme reflected turbidit, menandakan bahwa cekungan tersebut dibatasi oleh dua tinggian. Hal tersebut cocok dengan keadaan cekungan yang berada pada sistem cekungan dalam busur. Secara komposisi material Formasi Halang didominasi oleh plagioklas feldspar (labradorite-bytonite) dan setempat terdapat sisipan tuff yang menandakan adanya pengaruh volkanik pada pengendapan Formasi ini. Dari data arus purba menunjukkan arah dominan barat dan timur, dan diinterpretasikan bagian barat gunungapi Kumbang dan timur Proto Slamet.Pengendapan Formasi Halang didominasi oleh siklus kenaikan muka air laut, terlihat dari system tract yang ada yaitu trasgressive system tract, hihgstand system tract dan dilanjut dengan transgressive system tract ke dua. Hal ini berbanding terbalik dengan keadaan iklim global yang cenderung mengalami pola pendinginan. Kenaikan muka air laut diperkirakan karena aktivnya penurunan cekungan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Bantarkawung is one of area in Central Java that a part of Bogor-North Serayu- Kendeng physiography zone. This area was formed in the back-arc basin during Oligocene-Middle Miocene and turned into intra-arc basin in the Middle Miocene-Holocene that has recorded volcanic activity since Oligocene. Halang Formation revealed that presently being reworked-volcanic materials that was deposited by gravity flow in submarine-fan during Middle Miocene-Late Miocene. The resulting detailed-map and field observations consist of four major facies associations : slump deposits, submarine-channel sandstone, submarine-fan lobe sandstone, mudstone basin plain. Halang Formation is dominated by intercalated sandstone-mudstone. Bouma sequence (intervals Ta-Te) was quitely founded in outcrop that indicates turbidity current was existed. At the interval Tc sequences have shown bidirectional climbing ripple as a result of reflected-turbidite mechanism. Consequently, the basin was bounded by two paleo-high that take place in intra-arc basin system. Petrographic composition is dominated by calc-plagioclase (labradorite-bytonite) and locally tuff (vitric tuff) that indicates volcanic-influenced was deposited. Based on paleocurrent direction is predominantly western-eastern and the existence of paleohigh may be interpreted Kumbang Volcano in the western part and Proto Slamet in eastern part, respectively. Sedimentation of the Halang Formation is dominated by sea level rise, its consist of trasgressive system tract, hihgstand system tract and second transgressive system tract that are against global climate conditions that tend to be cool. Sea level rise presumed due to an active subsidence in the basin.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save