Home
Login.
Artikelilmiahs
13545
Update
INDRI HABSARI
NIM
Judul Artikel
Hubungan Antara Intensitas Curah Hujan dan Kepadatan Penduduk dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Tahun 2010-2014 Di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang ditandai dengan demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari. Kabupaten Banyumas merupakan daerah endemis Demam Berdarah Dengue di Jawa Tengah. Jumlah kasus pada daerah ini mengalami fluktuatif. Banyaknya kasus DBD di Kabupaten Banyumas disebabkan karena adanya iklim yang tidak stabil dan curah hujan yang cukup tinggi pada musim penghujan yang merupakan sarana perkembangbiakan nyamuk Aedes aegepty. Curah hujan di wilayah Kabupaten Banyumas pada setiap tahunnya rata-rata mencapai 1.816 mm per tahun. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu dari 5 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Banyumas tahun 2010-2014. Metode penelitian merupakan analisis data sekunder dengan desain penelitian cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah semua kejadian Demam Berdarah Dengue per tahun yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas tahun 2010 sampai 2014. Sampel dipilih mengunakan teknik total sampling dengan kriteria inklusi eksklusi, jumlah sampel sebanyak 14 kecamatan. Uji statisik menggunakan Regresi Linier Sederhana dengan taraf signifikan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara intensitas curah hujan dengan kejadian DBD di Kabupaten Banyumas (ρ=0,002) dan mempunyai pengaruh sebesar 11,7%. Tidak ada hubungan antara kepadatan penduduk dengan kejadian DBD (ρ= 0,687). Perumusan prediksi yang digunakan adalah Y= 0,427 + 0,001 x intensitas curah hujan. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas diharapkan menindaklanjuti kebijakan yang telah ada.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in which the symptomps include a sudden high fever without a causal, and lasts around 2-7 days. Banyumas district is DHF endemic area in Central Java, and the number of cases is fluctuating. The high number of DHF disease in Banyumas area caused by unstable climate and heavy rainfall during the rainy season which is a proper place for Aedes aegepty masquito to reproduce. The avarage rainfall in Banyumas area is 1.816 mm per year. Banyumas district is one of the top five most populated area in Central Java. The purpose of this research is to find out the relation of the some environment factors with the DHF disease in Banyumas district within 2010-2014. The research methodology is an analysis of secondary data with cross-sectional research design. The research population is all DHF events per year which taken from Banyumas district Health Department data in 2010 to 2014. The sample was selected using total sampling technique with the inclusion exclusion criteria, a total sample of 14 subdistricts. Statistical test using Simple Linear Regression with significance level α = 0.05. The results showed there is a correlation between the intensity of rainfall with incidence of dengue in Banyumas (ρ=0,002) and 11.7% have influence. There is no correlation between the density of population with incidence of dengue (ρ=0,687). Prediction formulation used is Y = 0,427 + 0,001 x rainfall intensity. Banyumas District Health Office is expected to follow existing policies.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save