Home
Login.
Artikelilmiahs
13492
Update
ERWIN MUHAMMAD HAYDAR
NIM
Judul Artikel
Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi pada Industri Kecil Batik di Kabupaten Cirebon
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi pada Industri Kecil Batik di Kabupaten Cirebon. Industri batik merupakan penyangga perekonomian di Kabupaten Cirebon. Industri batik tulis dan cap merupakan industri seni kreatif memberikan nilai tambah kain motif batik dengan lilin dan pewarnaan. Industri ini berproduksi secara tradisional dan turun temurun. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel tenaga kerja, modal, bahan baku, bahan pembantu dan bahan bakar terhadap produksi. Serta, menganalisis tingkat efisiensi ekonomis. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Data primer diperoleh dari 313 usaha yang terbagi dalam 8 sentra industri batik yaitu daerah Trusmi Wetan, Trusmi Kulon, Panembahan, Gamel, Wotgali, Kalibaru, Kalitengah dan Ciwaringin.Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan area random sampling. Dari hasil perhitungan didapat 76 responden. Hasil penelitian yaitu tenaga kerja, modal, bahan baku signifikan berpengaruh positif terhadap produksi kain batik cap. Sedangkan variabel bahan pembantu dan bahan bakar tidak berpengaruh positif dan signifikan karena nilainya lebih rendah dibandingkan dengan α = 0,05. Hasil uji efisiensi menunjukkan usaha batik di Kabupaten Cirebonsecara ekonomis belum efisien diterima. Dari kelima variabel yang diujikan, tiga variabel tidak efisien karena kurang dari satu. Ketiga variabel tersebut adalah modal, bahan baku dan bahan pembantu. Dan dua variabel yaitu tenaga kerja dan bahan bakar belum efisien karena nilainya lebih dari satu. Implikasi penelitian ini adalah perlu ada analisis penyebab terjadinya inefisiensi ekonomi pada industri batik di Kabupaten Cirebon. Serta menganalisis hubungan inefisiensi dan ketidakberdayaan secara empiris lebih lanjut ketika waktu puncak siklus sebelum lebaran dan sesudah lebaran. Karena pada momen tersebut permintaan biasanya meningkat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The title of this study is Efficieny of Batik Industry in Cirebon Regency. Batik industry is the main support of economy in the Regency of Cirebon. Batik industry is a creative art industry which provide value-added fabrics with hand writing and the stamped drawing wax batik motive and coloring. This industry has been traditionally produced, and hereditary. The purpose of this study is to analyze the influence of capital, labor, fabrics, auxiliary materials of production. And to analyze the level of economic inefficiencies.Analysis tool used is linier regression. Primary data were obtained from 313 of batik entrepreneurs from eight centra batik as if Trusmi Wetan, Trusmi Kulon, Panembahan, Gamel, Wotgali, Kalibaru, Kalitengah and Ciwaringin. Sample were obtained from 76 samples of batik entrepreneurs with area random sampling. The results are capital, labor, fabricssignificantly had positive effect on the production of batik cloth. Meanwhile auxiliary materials and fuels had no positive effect on the production of batik cloth. Because the level of significantly below than α = 0,05. The efficiency test shows batik entrepreneurs in Regency of Cirebon were not efficient. From five variabels, three variabels were not efficient because lower than 1. The three variabels are capital, fabrics and auxiliary materials. Implication of this study are there should be analysis of the inefficiency economic in the batik industry. And analyze the correlation of inefficiency and demand.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save