Home
Login.
Artikelilmiahs
13427
Update
BERLIANINGTYAS AYU WIBOWO
NIM
Judul Artikel
Strategi Komunikasi Dinas Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Akses Jamban Sehat di Desa Srowot Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Strategi Komunikasi Dinas Kesehatan Dalam Upaya Peningkatan Akses Jamban Sehat di Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas serta hambatan apa saja yang dihadapi oleh Dinas Kesehatan saat melaksanakan perannya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling (sampel bertujuan) dan teknik snowball sampling dalam pemilihan informannya. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2009:85). Sedangkan Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian sampel ini disuruh memilih teman-temannya untuk dijadikan sampel (Sugiyono, 2009: 123) Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa strategi komunikasi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam upaya peningkatan akses jamban sehat di Desa Srowot antara lain: menjalin kemitraan dengan stakeholder yang melibatkan jaringan lain, melakukan pemicuan hingga perubahan pola perilaku masyarakat agar mencapai ODF (Open Defecation Free) / Bebas Buang Air Besar Sembarangan, melalui bimbingan teknis dalam menentukan anggaran, dan menggunakan pemanfaatan media baik media elektronik maupun media cetak. Hambatan yang ditemui Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam menjalankan perannya adalah masih terdapat beberapa warga yang belum mempunyai kesadaran dari masyarakat tentang pentingnya sanitasi, kebiasaan memanfaatkan sungai, rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat, minimnya pengetahuan beberapa masyarakat akan pentingnya sanitasi termasuk jamban, dan kinerja peningkatan akses jamban sehat cenderung kurang optimal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study was conducted to determine Communication Strategy In Enhancement Health Department Healthy Access latrines in the village Srowot, Kalibagor subdistrict, Banyumas and any barriers faced by the Department of Health is currently carrying out its role. The method used is a method of qualitative descriptive study. This study using purposive sampling technique (purposive sampling) and snowball sampling techniques in the selection of informants. Purposive sampling is a sampling technique with particular consideration (Sugiyono, 2009: 85). While Snowball sampling is a sampling technique that initially a small amount, then the sample is given the choice of his friends to be sampled (Sugiyono, 2009: 123) The final conclusion is that the communication strategy Health Office of Banyumas in efforts to increase access to healthy latrines in the village Srowot include: conduct a direct approach to the stakeholders involving other networks, do triggers to change the behavior patterns of society in order to achieve ODF (Open Defecation Free) / Free Indiscriminate defecation, through technical guidance in determining the budget, and using media utilization of both electronic and print media. Obstacles encountered by the District Health Office of Banyumas in performing its role is still there are some people who do not have the awareness of the public about the importance of sanitation, the habit of utilizing the river, low economic ability, lack of knowledge of some of the importance of sanitation, including latrines, and performance improvement of access to healthy latrines tend to be less than optimal.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save