Home
Login.
Artikelilmiahs
13425
Update
BAGUS MUCHAMDANI
NIM
Judul Artikel
Implementasi Kebijakan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat Studi Kasus Septictank Komunal Desa Kedungbanteng, Di Kecamatan Kedungbanteng
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Implementasi Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat Studi kasus Septic tank Komunal Desa Kedungbanteng Di Kecamatan Kedungbanteng”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah untuk mengurangi buruknya sanitasi di tingkat pedesaan melalui program SLBM. Lokasi penelitian ini yaitu di Desa Kedungbanteng. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses implementasi dari program. Sedangkan metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan maksud untuk mendapatkan makna terhadap proses implemantasi program sanitasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat Kegagalan implementasi dengan menggunakan beberapa konsep yaitu Idealized Policy, Kelompok sasaran, organisasi pelaksana dan factor lingkungan. Dimana dalam prosesnya banyak timbul permasalah pasca kontruksi atau setelah program selesai. KSM yang ditugasi sebagai jembatan masyarakat tidak berjalan sebagai mana mestinya. Proses pemeliharaan dan control untuk bak sanitasi tidak berjalan juga dan kesadaran kolektif masyarakat dalam pentingnya sanitasi masih kurang. Berdasarkan hal diatas guna membangun proses sanitasi yang lebih baik Pemerintah Kabupaten Banyumas perlu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi dan monitoring system program. Selain itu, pelaku-pelaku SLBM perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatihan, membangun pemetaan kemandirian kelompok, dan pendampingan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study, entitled "Implementation of Community-Based Evironmental Sanitation Program (Study Case of Communal Kedungbanteng Village Septic tank In District Kedungbanteng)". The background of this research is the government's efforts to reduce the rate of poor sanitation in rural areas through SLBM program. The location of this research is in the Kedungbanteng village. The purpose of this study is to know about the implementation process of the program. Meanwhile the method that has been used is qualitative method to get the meaning of the sanitation program implementation process. The results indicate that there are some failures in the implementation process, the failures are found by using some concepts such as Idealize Policy, target groups, implementing organizations and environmental factors. In the process, there are a lot of post-construction problems emerge or the problems that are discovered after the program is completed. KSM which is assigned as the bridge of the community is not working as well as how it should be. Maintenance and controlling process of the sanitary tub does not run well and the public collective consciousness of the importance of sanitation is still poor. Based on the explanation above, in order to establish a better sanitation process, the government of Banyumas regency needs to build the public awareness of the importance of sanitation and monitoring systems program. Other than that, the SLBM actors need to improve the quality and quantity of training process, establish the mapping of independence groups, and the mentoring process.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save