Home
Login.
Artikelilmiahs
13413
Update
NUR CHOLIS ALFAUZI
NIM
Judul Artikel
Ironi dalam Dunia Pendidikan di Indonesia (Kritik tentang Pengangguran Terdidik dan Dunia Kerja dalam Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini))
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berusaha untuk mengetahui masalah pengangguran terdidik di Indonesia yang digambarkan dalam film Alangkah Lucunya (Negeri Ini). Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Bahan Penelitian ini adalah film Alangkah Lucunya (Negeri Ini). Wujud penelitian ini adalah teks media berupa audio (suara) dan visual (gambar) dalam film. Film alangkah Lucunya (Negeri Ini) akan ditafsirkan menggunakan analisis wacana Norman Fairclough. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menonton film Alangkah Lucunya (Negeri Ini). Peneliti membagi film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) ke dalam beberapa adegan untuk diamati secara cermat, kemudian peneliti mencatat data-data yang berhubungan dangan topik penelitian. Dalam melakukan pengumpulan data, peneliti juga menggunakan sumber pustaka lainnya seperti artikel dari internet maupun media cetak (koran, surat kabar) serta literatur yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah masalah sosial khususnya Pendidikan dan Pengangguran menjadi wacana-wacana yang direpresentasikan oleh media massa kepada khalayak luas, sebuah pesan dan kritik yang coba disampaikan melalui film. Pendidikan mempunyai posisi yang sangat penting dan menjadi fondasi untuk membangun bangsa yang lebih maju, karena melalui pendidikan seseorang diberikan keterampilan yang dibutuhkan untuk dapat berperan dalam masyarakat. Selain itu, peserta didik (warga belajar) diharapkan mampu berpikir kritis serta mampu melakukan problem solving. Film tidak hanya mengangkat cerita atau drama yang menceritakan kisah fiksi yang menampilkan adegan-adegan dramatis, namun saat ini film mulai mengambil peran dalam memberikan pembelajaran kepada para pemirsanya melalui sebuah alur cerita yang mengangkat realitas sosial ditengah-tengah masyarakat sehingga film tidak lagi direspon secara pasif tetapi mampu menumbuhkan kesadaran berpikir.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to determine the problem of educated unemployment in Indonesia as depicted in How Funny (This Country is) movie. The researcher used qualitative research method. This research material is How Funny (This Country is) movie. The focus of this research is text media in form audio (sounds) and visual (images) in this movie. How Funny (This Country is) movie will be interpreted using discourse analysis by Norman Fairclough. Researcher will categorise How Funny (This Country is) movie into several scenes to be observed carefully, then researchers recorded data that related to the research topic. In collecting data, researcher was also using other published sourches such as articles from the internet and print media (newspaper), and other literature are related to the research topic. Result from this research are social problems, especially discourse of education and unemployment represented by mass media to a broad audience as message and critism to convey trough the movie. Education has very important position and become the foundation for building more advanced nation, because trough eduacation a person is given skills which needed to be able to play a role in society. In other side, the participant of learning activities are expected to be able to think critically and find problem solving. Movie is not just a story or drama which tells fictional stories featuring scenes dramatic, but this time movie began to take on a role in giving lessons to viewers through a storyline that elevates social reality among the people, so movie no longer responded passively but also able to raise awarness.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save