Home
Login.
Artikelilmiahs
13398
Update
KHAIRINA FEMILIANI YUDIAWAN
NIM
Judul Artikel
Pengaruh 2,4-D dan Kinetin pada Pembentukan Kalus dalam Kultur Anthera Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) adalah tanaman yang hampir semua bagian tanamannya bermanfaat yaitu dapat dikonsumsi sebagai sayur. Penelitian tentang kecipir sangat terbatas terutama terkait pemanfaatan pada aspek budidaya, pemuliaan, maupun perbanyakan non-konvensional. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara 2,4-D dan kinetin pada pembentukan kalus dalam kultur anthera tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) dan menentukan konsentrasi 2,4-D dan kinetin terbaik untuk memacu pembentukan kalus pada kultur anthera tanaman kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial. Faktor yang dicoba adalah 2,4-D yang terdiri atas empat taraf, yaitu 0 µM; 5 µM; 10 µM; dan 15 µM, dan faktor kinetin dengan empat taraf, yaitu 0 µM; 0,5 µM; 1,5 µM; dan 2,5 µM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara 2,4-D dan Kinetin berpengaruh terhadap waktu induksi kalus pada kultur anthera kecipir. Penggunaan Kinetin 1,5 µM tanpa penambahan 2,4-D (D0K2) merupakan kombinasi yang paling baik untuk memacu pembentukan kalus pada kultur anthera kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) yaitu sebesar 34,2%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Wing bean (Psophocarpus tetragonolobus L.) is a plant in which all its parts are useful i.e. it can be consumed as vegetable. Research on wing bean is limited with regards to cultivation, breeding, as well as non-conventional propagation aspects. This research has been carried out with a view to study the effect of the interaction between 2,4-D and Kinetin on callus formation of wing bean anther culture as well as determine the best concentration of 2,4-D and Kinetin on callus formation of wing bean anther culture. This research has been carried out experimentally using a Completely Randomised Design (CRD) on factorial treatment pattern. The factor tested are 2,4-D with four levels i.e. 0 µM; 5 µM; 10 µM; 15 µM, and Kinetin with four levels i.e. 0 µM; 0.5 µM; 1.5 µM; and 2.5 µM. The research results showed that the interaction between 2,4-D and Kinetin affected the callus induction time of wing bean anther culture. The addition of 1,5 µM Kinetin without any addition of 2,4-D resulted in the fastest callus induction time of wing bean anther culture and resulted in the highest percentage of callus formation 34.2%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save