Home
Login.
Artikelilmiahs
13396
Update
ARUM DEWI PRADINI
NIM
Judul Artikel
KEMAMPUAN ISOLAT MIKROBA BELT2, BELT6 DAN MELT5 DALAM MENGHASILKAN ENERGI LISTRIK PADA MEDIA LIMBAH KULIT PISANG DENGAN VARIASI JENIS INOKULUM
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Isolat BELT2, BELT6 dan MELT5 adalah mikroba protensial yang didapatkan dari hasil isolasi dan skrining pada tahap pra penelitian. Mikroba tersebut ditumbuhkan pada media limbah kulit pisang. Kulit pisang memiliki kandungan nutrisi seperti karbohidrat, lemak dan protein sehingga dapat dijadikan sumber nutrisi untuk pertumbuhan mikroba. Mikroba mengubah nutrisi dari kulit pisang menjadi senyawa-senyawa organik. Senyawa organik tersebut digunakan oleh mikroba melalui reaksi redoks, yaitu pada transfer elektron. Proses ini menggunakan dua elektroda yakni anoda dan katoda sebagai potensial redoks untuk mendeteksi beda potensial listrik yang dihasilkan pada reaksi redoks. Beda potensial listrik optimum didapatkan melalui penggunaan variasi jenis inokulum seperti kultur tunggal dan kultur campuran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1.) mengetahui pengaruh variasi jenis inokulum terhadap beda potensial listrik yang dihasilkan pada proses fermentasi menggunakan media limbah kulit pisang dan 2.) mengetahui perlakuan terbaik antara pemberian kultur tunggal dan kultur campuran yang menghasilkan potensial listrik tertinggi pada proses fermentasi menggunakan media limbah kulit pisang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan adalah variasi jenis inokulum (BELT2, BELT6, MELT5, BELT2.6, BELT2.MELT5, BELT6.MELT5, and BELT2.6.MELT5). Parameter yang diukur adalah beda potensial listrik sebagai parameter utama dan pH serta biomassa sebagai parameter pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian variasi inokulum berpengaruh nyata dalam menghasilkan beda potensial listrik. Uji BNT menunjukkan bahwa pemberian kultur tunggal BELT2 memiliki beda potensial listrik tertinggi yaitu 0,49 V dengan pH 4,93 dan biomassa debris 0,04 gram. Semakin kecil biomassa debris dari media fermentasi mengindikasikan semakin besarnya kerapatan sel bakteri secara kualitatif.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The isolates of BELT2, BELT6, and MELT5 was a potential microbes from isolation and screening result at the pra-research. Banana peel contains nutritions such as carbohydrates, lipids and proteins which can be used as nutrition sources of microbes. Microbes changes some nutritions of banana peel to simpler organic compounds in fermentation process. The organic compounds utilized by microbes through some redox reaction, resulted in electron transfer. This process can be recorded with two electrode, cathode and anode as a potential redox to produce voltage. The optimum voltage can be obtained by inoculum variation such as single culture and mix culture. The research aims are (1) to study the effect of inoculum variation to the voltage in fermentation of banana peel waste and (2) to know the best treatment between single culture and mix culture that produces the highest voltage infermentation of banana peel waste. This study used a Completly Randomized Design. The treatments were the inoculum variation, it used BELT2, BELT6, MELT5 as single culture and BELT2.6, BELT2.MELT5, BELT6.MELT5, and BELT2.6.MELT5 as mix culture. The medium in the fermentation was banana peel waste. The parameters studied were voltage as the main parameter, pH and biomass as the second parameters. The research results showed that the variation inoculum had a significant effect to produce electricity (voltage). Furthermore, an LSD test indicates that the best treatment was inoculation of a single culture BELT2, with resulted voltage at 0,49, pH level of medium at 4,93 and biomass a 0,04 grams debris of medium. The lowest debris indicates the highest bacteria density as the qualitative measured.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save