Home
Login.
Artikelilmiahs
13383
Update
NANKI NIRMANTO
NIM
Judul Artikel
GERAKAN SOSIAL BARU CINEMA LOVERS COMMUNITY DALAM KAMPANYE DAN PROPAGANDA ANTI-KORUPSI DI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2011-2014
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini mengambil judul Gerakan Sosial Baru Cinema Lovers Community dalam Kampanye dan Propaganda Antikorupsi di Kabupaten Purbalingga tahun 2011-2014. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan bentuk-bentuk dan strategi gerakan yang dilakukan oleh Cinema Lovers Community Purbalingga dalam melakukan kampanye dan propaganda antikorupsi di Kabupaten Purbalingga; 2) mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor kontekstual apa saja yang mendukung dan menghambat dalam kampanye dan propaganda antikorupsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualititatif. Pendeketan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Purbalingga dengan sasaran penelitian yaitu Komunitas Film Cinema Lovers Community dan lembaga lain yang terkait. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling, yaitu Direktur CLC Purbalingga, Humas CLC Purbalingga, Direktur LSM Institut Negeri Perwira, Direktur LSM Mandat, Direktur Jaringan Kerja Film Banyumas, dan Kejaksaan Negeri Purbalingga (Kepala Seksi Pidana Khusus). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi dan studi dokumentasi. Analisis data meggunakan model analisis interaktif. Hasil dari penelitin ini dapat disimpulkan : 1) Strategi gerakan sosial baru yang digunakan CLC dalam kampanye dan propaganda anti korupsi di Purbalingga adalah dengan melibatkan lembaga-lembaga yang lebih berkompeten dalam penanganan kasus korupsi seperti LSM, Kejaksaan Negeri, dan juga KPK dengan tujuan agar posisi tawar yang CLC menjadi lebih kuat dalam menggiring opini publik melalui media film; 2) Bentuk gerakan sosial baru yang digunakan CLC adalah melalui produksi film, yang kemudian dipublikasikan melalui pemutaran film dan diskusi, media massa dan media sosial, serta diikutkan dalam festival film antikorupsi. 3) Gerakan sosial baru yang dilakukan oleh CLC dalam kampanye dan propaganda antikorupsi dipengaruhi oleh faktor pendukung utama yaitu CLC merupakan lembaga independen yang tidak terikat dengan lembaga lainnya. Sedangkan faktor penghambat yaitu hubungan yang CLC yang tidak harmonis dengan pemerintah daerah yang seharusnya menjadi mitra dalam gerakan tersebut. Dengan terbukanya arus informasi dan kondisi politik di Indonesia saat ini, gerakan sosial yang dilakukan oleh CLC dalam kampanye dan propaganda antikorupsi bisa diterapkan oleh kelompok lain di berbagai daerah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The tittle of this research is New Social Movement by Cinema Lovers Community in Anti-Corruption Campaign and Propaganda in Purbalingga 2011-2014. This study aims to: 1) understand and describe the forms and strategies of movements performed by the Cinema Lovers Community Purbalingga in anti-corruption campaigns and propaganda in Purbalingga; 2) identify and explain what contextual factors that support and hinder the anti-corruption campaign and propaganda. The method used in this research is descriptive qualitative with phenomenology as the phenomenological. This research was conducted in Purbalingga Regency. The research target was Cinema Lovers Community and other relevant institutions. Informants selected with purposive sampling technique. They were Director of the CLC, Public Relations of the CLC, Director of Institut Negeri Perwira, Director of Mandat, Director of Jaringan Kerja Film Banyumas, and Purbalingga State Attorney (Head Section of Special Crime). The data were collected through interviews (in-depth interviews), observation and documentation study. The data analysis used is interactive model. The results of this research can be concluded as follow: 1) a new social movement strategies used by CLC in anti-corruption campaigns and propaganda in Purbalingga are by involving more competent institutions in handling cases of corruption such as NGOs, State Attorney, and also the Corruption Eradication Commission with the aim to give CLC a stronger bargaining position to lead public opinion through the medium of film; 2) The form of the new social movements that used by CLC is through the production of the film, which is then published through film screenings and discussions, the mass media and social media, as well as to be included anti-corruption film festival. 3) new social movement undertaken by CLC in anti-corruption campaigns and propaganda influenced by the main supporting factor that CLC is an independent institution that is not tied to other institutions. While the inhibiting factor is that the relationship between CLC and the local government which should be a partner in the movement, is not in harmony. With the opening of the flow of information and political conditions in Indonesia at this time , social movements are performed by CLC in anti-corruption campaigns and propaganda can be applied by other groups in the various regions
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save