Home
Login.
Artikelilmiahs
13382
Update
GIAN BUDI ADITOMO
NIM
Judul Artikel
VARIABLE ANALYSIS OF MACRO ECONOMIC GROWTH IN INDONESIA AND MALAYSIA PERIOD 1989-2013
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Pertumbuhan ekonomi di beberapa negara Asia banyak memiliki keragaman, salah satunya adalah negara Malaysia dan Indonesia, meskipun di kedua negara tersebut memiliki kesamaan dari asal mula bahasa yang di gunakan, yaitu bahasa melayu. Jika di lihat dari segi usia Indonesia dan Malaysia yang hanya terpaut 11 tahun lebih tua negara Indonesia, Indonesia memiliki usia sejak kemerdekaan yaitu 69 tahun sedangkan Malaysia baru mencapai 58 tahun sejak kemerdekaan pada tanggal 31 agustus 1957, dan juga dua negara tersebut mempunyai letak geografis yang berdekatan, selain iklim di dua negara tersebut yang sama yaitu iklim tropis di dua negara teserbut memiliki perekonomian yang unik, dengan tingkat jumlah penduduk yang jauh berbeda, di Malaysia sendiri memliki jumlah penduduk sebesar29.839.200 jiwa (Department of StaticticsMalaysia 25 April 2015), sedangkan penduduk Indonesia yang jauh lebih tinggi yaitu sebesar 252.370.792 jiwa (Badan Pusat Statistik Indonesia 12 april 2015). Dari data Bank Dunia yang dikeluarkan pada 1 juli 2009 Malaysia menduduki urutan ke 79 dari seluruh Negara yang ada di dunia dengan GNP per kapita sebesar US$ 13.740 per tahun, disisi lain Indonesia menduduki urutan ke 146 dengan GNP per kapita sebesar US$ 3.840 per tahun, dari data GNP perkapita tersebut maka Malaysia mempunyai nilai 3,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan GNP perkapitaIndonesia, hal ini bisa diartikan penduduk Malaysia secara rata-rata lebih sejahtera dan makmur dari penduduk Indonesia belum lagi bila melihat populasi penduduk Malaysia pada tahun 2008 sejumlah 25 juta jiwa, sedangkan Indonesia sebesar 240 juta jiwa atau 10 kali lipat dari penduduk Malaysia. Tetap harus di akui bahwa Malaysia lebih unggul dari segi pemerataan ekonomi dan pembangunan, pendidikan, infrastruktur, kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Hal ini seharusnya bisa di ambil sisi positif oleh pemerintah Indonesia.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Economic growth in some Asian countries have a lot of diversity, one of which are Malaysia and Indonesia, though these countries have something in common such as the origin of language in use, namely the Malay language. If viewed in terms of age, Indonesia and Malaysia are just adrift 11 years older, Indonesia independence is 69 years, while Malaysia is 58 years since August 31, 1957, and also the two countries have nearby geographical location, in addition the climate is the same too, namely tropical and the two countries have a unique economy, with much different population levels, Malaysia is 29,839,200 population (Department of Statistics Malaysia 25 April 2015), while Indonesia's population is 252,370,792 (Central Bureau Statistic Indonesia 12 April 2015). World Bank data released on 1 July 2009 Malaysia ranks 79th out of all countries in the world with a GNP per capita was US$ 13,740 per year, on the other hand Indonesia ranks 146 with a GNP per capita was US$ 3,840 per year , the Malaysia GNP of was 3.5 times higher than the Indonesia GNP, it means the population of Malaysia, on average, was more prosperous and affluent than the population of Indonesia, not to mention when you saw the population of Malaysia in 2008 was 25 million, while Indonesia was 240 million people, or 10 times the population of Malaysia. When viewed from opportunity for advancement or improvement, Indonesia's economy is much larger compared to Malaysia, these conditions are very dynamic in certain years. It still recognizes that Malaysia is superior in terms of economic equality and development, education, infrastructure, prosperity and welfare of its people. This should be taken positively by the Indonesian government.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save