Home
Login.
Artikelilmiahs
13357
Update
IKA JUSTITIA JULITA
NIM
Judul Artikel
Geologi dan Analisis Kestabilan Lereng Daerah Jemblung dan Sekitarnya, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Longsor yang terjadi di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah dengan koordinat lokasi 10941’22,2”BT - 10942’45,6”BT dan 717’43,2”LS - 703’01,9”LS merupakan gerakan tanah jenis gelinciran. Secara dominan, kondisi morfologi di daerah penelitian berupa tinggian-tinggian yang diakibatkan baik kontrol struktur geologi maupun aktivitas volkanik seperti terobosan batuan ataupun akumulatif material vulkanik (breksi), sehingga wilayahnya memiliki lereng yang cukup terjal. Stratigrafi daerah tersebut dibagi menjadi empat, dimulai dari urutan pengendapan tertua yaitu Satuan Batulempung-Batupasir, Batuan Terobosan, Satuan Batulempung, dan Satuan Breksi. Struktur geologi yang ditemukan berupa sesar geser kanan yang berarah timurlaut-baratdaya dan sesar turun yang berarah hampir seirama. Kondisi geologi yang seperti itu, ditunjang dengan adanya struktur geologi yang berkembang, tingkat kejenuhan air, proses pelapukan,dan kondisi tanah yang labil, mengakibatkan terjadinya longsor di Dusun Jemblung. Kestabilan suatu lereng perlu dianalisis agar faktor keamanan dapat diketahui. Dalam perhitungan faktor keamanan, perlu diadakan pengujian di laboratorium agar diperoleh parameter geser tanah seperti kohesi (c), sudut geser dalam (φ), serta berat unit tanah () untuk memenuhi data yang diperlukan. Selanjutnya, analisis kestabilan lereng ini dilakukan dengan bantuan perangkat lunak untuk menghitung faktor keamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lereng di daerah Jemblung tidak stabil (dalam kondisi kritis) dengan nilai faktor keamanan (FK) sebesar ±1,006 dan potensi bidang gelincir berada di antara derajat pelapukan III dan IV.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Landslide happens in Jemblung, Sampang Village, KarangkobarDistrict, BanjarnegaraRegency, Central Java, where coordinates in 10941'22,2" - 10942'45,6" east longitude and 717'43,2" - 703'01,9" south latitude. It is slide type of mass movement. Morphological conditions in the area is resulting from geological structure control and volcanic activity such as intrusion or accumulated volcanic material (breccia), so that the region has a fairly steep slope. Stratigraphy of this region is divided being four in, in the oldest depositional sequence namely Mudstone-sandstone Unit, Intrusion Unit, Claystone Unit, and Breccia. The geological structure found right slip fault trending northeast-southwest and normal left slip fault that also trending northeast-southwest. This geological conditions, supported with evolving the geological structure, saturation level, weathering processes, and unstable soil conditions which resulted a landslide in the Jemblung. Slope stability should be analyzed to get safety factor value. Safety factor calculation, require laboratory test to get mass movement parameters such as cohesion (c), internal friction angle (φ), and unit weight (). This slope stability analyzes applied with softwareto review calculating safety factor value. The result of this research shows that the condition of slopes in that area is unstable (critical condition) with value ofsafety factor (FK) is ± 1.006 and sliding potential sector in between III and IV weathering grade.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save