Home
Login.
Artikelilmiahs
13261
Update
TRI FITRIANINGRUM
NIM
Judul Artikel
PENGARUH BERBAGAI MEDIA PENGASIN TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK (RASA) DAN KADAR LEMAK TELUR ITIK ASIN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh media berbeda terhadap sifat orgnoleptik (rasa) dan kadar lemak telur itik asin. Materi penelitian yang digunakan adalah 92 butir telur itik umur 1 hari, garam 4.896 g, serbuk batu bata merah 8.568 g, tanah liat 8.568 g, abu gosok 2.448 g dan air 3.024 ml. Metode penelitian ekperimental, dengan Rancangan Acak Kelompok untuk sifat organoleptik (rasa) dengan 15 panelis agak terlatih dan Rancangan Acak Lengkap untuk kadar lemak dengan perlakuan (M1) garam dan serbuk batu bata merah, (M2) garam dan serbuk batu bata merah dibalur abu gosok, (M3) garam dan tanah liat, (M4) garam dan tanah liat dibalur abu gosok dan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis variansi dan dilakukan uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan berbagai media pengasin berpengaruh sangat nyata (P ≤ 0,01) terhadap sifat organoleptik (rasa) telur itik asin. Rataan sifat organoleptik (rasa) telur itik asin berkisar antara 2,6 – 4,4 (agak asin - asin), terendah pada perlakuan media garam dan tanah liat dibalur abu gosok (M4) dan tertinggi pada penggunaan media garam dan serbuk batu bata merah (M1). Penggunaan berbagai media pengasin juga berpengaruh sangat nayata (P ≤ 0,01) terhadap kadar lemak, media garam dan serbuk batu bata merah (M1) maupun garam dan tanah liat (M4) menghasilkan kadar lemak lebih rendah daripada menggunakan media yang sama ditambah abu gosok (M2 dan M4). Kesimpulan, telur itik asin yang menggunakan media garam dan serbuk batu bata merah memiliki sifat organoleptik (rasa) paling asin dibandingkan media pengasin lainnya. Telur itik asin yang menggunakan media garam dan serbuk batu bata merah maupun garam dan tanah liat menghasilkan kadar lemak yang sama, sedangkan penambahan abu gosok pada media pengasin menyebabkan turunnya kadar lemak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The study aimsed to determine the effect of different salt media on orgnoleptik properties (taste) and the fat content of salted duck eggs. The material used in this study was 92 eggs of ducks aged one day, salt 4896 g, red brick powder 8568 g, 8568 g of clay, ash 2,448 g and 3,024 ml of water. Experimental research methods was used, with a randomized block design for the organoleptic properties (taste) with 15 rather well trained panellists. Completely randomized design for fat content from treatment (M1) salt and ground red bricks, (M2) salt and powdered red brick and ash, (M3) salt and clay, (M4) salt and clay oud ash and 5 replications. The data were analyzed using analisys of variances and carried out further tests using test Honestly Significant Difference (HSD). The results showed the use of various media saltiness was highly significant (P ≤ 0.01) on organoleptic properties (taste) salted duck eggs. Mean organoleptic properties (taste) salted duck eggs ranged from 2.6 to 4.4 (slightly salty - salty) , the lowest in the media treatment of salt and clay rubbed ash (M4) and the highest on the media usage of salt and red brick powder (M1). The use of various media saltiness was highly significant (P ≤ 0.01) on levels of fat , salt and powder media red brick (M1) as well as salt and clay (M4) resulted in lower fat content than using the same media plus ash (M2 and M4). In conclusion, salted duck eggs using a media of salt and powdered red bricks have the most salty organoleptic properties (taste) the saltiness of than other media. Salted duck eggs using a media salt and red brick powder and salt and clay produce the same fat content, while the addition of ash on media saltiness cause fat levels to drop.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save