Home
Login.
Artikelilmiahs
13258
Update
APUL HAMONANGAN SITANGGANG
NIM
Judul Artikel
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA PEMBUATAN GULA KELAPA TERHADAP PENDAPATAN TOTAL RUMAH TANGGA DI DESA MELUNG KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Melung merupakan salah satu desa penghasil gula kelapa di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Usaha pembuatan gula kelapa di Desa Melung menjadi sumber pendapatan rumah tangga meskipun pendapatan yang diperoleh masih rendah, karena harga jual yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menghitung besarnya penerimaan, biaya produksi dan pendapatan usaha pembuatan gula kelapa di Desa Melung Kecamatan Kedungbateng Kabupaten Banyumas, (2) menghitung besarnya kontribusi pendapatan usaha pembuatan gula kelapa terhadap pendapatan total rumah tangga pengrajin serta (3) menghitung besarnya curahan jam kerja pengrajin gula kelapa rata-rata tiap hari. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan pengambilan sampel pengrajin menggunakan metode sensus sebanyak 37 responden. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret 2015 sampai dengan April 2015, dan data yang dianalisis adalah data responden bulan Januari 2015 sampai dengan Maret 2015. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis income share, dan analisis curahan jam kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) secara finansial pendapatan rata-rata usaha pembuatan gula kelapa merugi sebesar Rp-4.960.518,00 selama tiga bulan dengan biaya produksi rata-rata sebesar Rp8.808.423,00 dan penerimaan rata-rata sebesar Rp3.847.905,00, (2) besar kontribusi pendapatan rata-rata usaha pembuatan gula kelapa yang sesungguhnya diterima (secara eksplisit) terhadap pendapatan total rumah tangga rata-rata adalah 54,85 persen serta (3) pengrajin pria dan wanita memiliki curahan jam kerja total rata-rata tiap hari masing-masing adalah 7,96 jam dan 6,36 jam, dengan curahan jam kerja rata-rata untuk usaha pembuatan gula kelapa masing-masing selama 6,44 jam dan 5,41 jam dan pekerjaan di luar usaha pembuatan gula kelapa masing-masing selama 1,52 jam dan 0,95 jam.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Melung Village is one of the village produce coconut sugar in Kedungbanteng District Banyumas Regency. Coconut sugar production business in Melung Village be a source of household income although the income is still low caused the selling price of low. The purpose of this research is (1) calculate the size of the revenue, production costs and income coconut sugar production business in Melung Village Kedungbanteng District Banyumas Regency, (2) calculate the contribution income coconut sugar production business against earnings of all household a farmer and (3) calculate the size of the torrent of working hours farmer coconut sugar average every day. Research is conducted by a method of sample collection survey uses the farmers with the census as many as 37 respondents. Research was done from March 2015 to April 2015, and the data analyzed is data of respondents from January 2015 until March 2015. An analysis of the data used was analysis of the costs and revenues, an analysis of income share, and an analysis of a flurry of working hours. The results of research shows that (1) financially the average income of coconut sugar production business is losses Rp-4.960.518,00 for three months, with the average cost of production and revenues amounting to Rp8.808.423,00 and Rp3.847.905,00, (2) average income contribution of coconut sugar production business for average household total income explicitly is 54,85 percent and (3) male and female farmers having a average flurry of total working hours every day each is 7,96 hours and 6,36 hours, with a average flurry of working hours to production business coconut sugar each during 6,44 hours and 5,41 hours, and work outside production business coconut sugar during 1,52 hours and 0,95 hours.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save