Home
Login.
Artikelilmiahs
13192
Update
SHA SHA MUSTIKA
NIM
Judul Artikel
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) UNTUK MENGURANGI ANGKA PUTUS SEKOLAH DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Program Keluarga Harapan merupakan salah satu program yang dikeluarkan pemerintah untuk mengatasi masalah kemiskinan. Salah satu tujuan dari program ini adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan, dan meningkatkan taraf pendidikan. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memliki persentase jumlah anak yang menempuh jenjang SD dan SMP cukup sedikit. Pada tahun 2013 Kabupaten Banyumas mulai melaksanakan Program Keluarga Harapan, salah satunya adalah Kecamatan Cilongok. Kecamatan Cilongok merupakan salah satu kecamatan yang memiliki jumlah peserta terbanyak. Selain itu, Kecamatan Cilongok juga memiliki jumlah angka putus sekolah yang meningkat pada tahun 2014. Sehingga, dalam penelitian ini akan mengkaji implementasi Program Keluarga Harapan untuk mengurangi angka putus sekolah di Kecamatan Cilongok. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan aspek pengurangan angka putus sekolah, Program Keluarga Harapan masih mengalami kendala, yaitu pertama, keterbatasan data angka putus sekolah yang dimiliki oleh pelaksana Program Keluarga Harapan khususnya pendamping. Kedua, kurangnya pemberian motivasi dari pihak pelaksana yaitu pendamping terhadap peserta penerima program, khususnya kepada anaknya. Ketiga, data yang digunakan dalam penentuan sasaran Program Keluarga Harapan kurang sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Family Hope Program is one program that is issued by the government to solve the problem of poverty. One of the goals from this program is to improve access and quality of education, and improve the standard of education. Banyumas Regency is one of regencies in Central Java Province who possess the percentage of children who go through elementary and junior high school quite a bit. In 2013 Banyumas started to implement the Family Hope Program, one of which is the District Cilongok. Cilongok sub-district is one of the districts that have the highest number of participants. In addition, District Cilongok also has a number of dropout rate increased in 2014. Thus, in this study will examine the implementation of the Family Hope Program to reduce the dropout rate in District Cilongok. The method used is descriptive qualitative. The results showed that based on aspects of school dropout rate reduction, the Family Hope Program is still experiencing problems, firstly, the limitations of the data dropout rate which is owned by implementing the Family Hope Program in particular the companion. Secondly, the lack of motivation of the implementers that is a companion to the participants in the program, especially to children. Third, the data used in the targeting of the Family Hope Program not in accordance with the conditions that exist in the field.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save