Home
Login.
Artikelilmiahs
13102
Update
NURUL SEPTIAN WIDODO
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PENGARUH LUAS PANEN PADI, PRODUKSI PADI, HARGA BERAS, HARGA PUPUK ORGANIK, HARGA PUPUK UREA TERHADAP NILAI TUKAR PETANI PADI DAN TREND NILAI TUKAR PETANI PADI DI PULAU JAWA (PERIODE 2005-2013)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul ―Analisis Pengaruh Luas Panen Padi, Produksi Padi, Harga Beras, Harga Pupuk Urea, dan Harga Pupuk Organik Terhadap Nilai Tukar Petani Padi dan Trend Nilai Tukar Petani Padi di Pulau Jawa Tahun 2005-2013‖. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh luas panen padi, produksi padi, harga beras, harga pupuk urea, dan harga pupuk organik terhadap nilai tukar petani padi dan trend nilai tukar petani padi di pulau jawa tahun 2005-2013. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari 5 provinsi di Pulau Jawa melalui pengambilan data di WEB lembaga terkait. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel (pooled data) Untuk mengetahui pengaruh variabel luas panen padi, produksi padi, harga beras, harga pupuk urea, dan harga pupuk organik secara bersama-sama dan secara parsial terhadap nilai tukar petani padi di Pulau Jawa tahun 2005-2013. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa Semua variabel independen yaitu variabel luas panen padi, produksi padi, harga beras, herga pupuk urea dan harga pupuk organik secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen nilai tukar petani padi (NTPP). Secara parsial variabel luas panen padi, produksi padi, dan harga beras berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tukar petani padi, sedangkan harga pupuk urea dan harga pupuk organik berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai tukar petani padi. Sementara Trend nilai tukar petani padi tiap-tiap provinsi di Pulau Jawa periode 2005 - 2013 menunjukkan perkembangan rasio ketersediaan padi yang positif Implikasi dari kesimpulan yang dihasilkan yaitu pertama, upaya dalam meningkatkan nilai tukar petani padi di Pulau Jawa, pemerintah perlu menjaga areal penggunaan tanah yang digunakan untuk menanam padi, karena sebagian besar produksi beras berasal dari padi sawah. Perlu diterapkan kebijakan-kebijakan untuk menjaga tata ruang sehingga melindungi lahan pertanian agar dapat menjamin produksi beras di tiap Provinsi di Indonesia. Selain itu diperlukan penerapan intensifikasi faktor-faktor produksi agar dapat meningkatkan rata-rata hasil produksi akan beras per hektar. Untuk meningkatkan nilai tukar petani juga diperlukan upaya menyeluruh berupa intervensi dalam hal kebijakan harga output (beras) dan harga input terutama pupuk. Kedua, melihat ketergantungan akan beras sebagai makanan pokok, maka perlu diberlakukannya inovasi untuk meningkatkan produksi akan beras dan diversifikasi pangan untuk mengontrol jumlah konsumsi beras, misalnya dengan mengganti beras dengan bahan makanan lain seperti jagung, ubi kayu, talas, sagu dan ubi jalar yang kandungan nutrisinya tidak berbeda jauh dengan beras.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The title of this research is “An Analysis of the effects of rice harvested area, rice prices, urea fertilizer prices and organic fertilizer prices on the exchange rate of farmers and Tren the exchange rate of farmer’s in Java in 2005 – 2013”. The purposes of this research is to analyze the effects of rice harvested area, rice prices, urea fertilizer prices and organic fertilizer prices on the exchange rate of farmers in Java in 2005 – 2013. The data used is secondary data obtained from five province in Java through data collection on the web from the institution that have relationship with this research. Analysis media used in this research is pooled data regression analysis to determine the variable effect of rice harvested area, rice prices, urea fertilizer prices and organic fertilizer prices do together and partially on the exchange rate of farmers in Java in 2005 – 2013. Based on the result of the research and data analysis show that all independent variable, there are rice harvested area variable, rice production, and rice price have positive and significant effect on the exchange rate of farmers. In the other hand, the trend of the exchange rate of each farmers in Java in 2005 – 2013 shows the positive development ratio in the availability of rice. The implication of the conclusions are 1.) The efforts to improve the exchange rate of farmer in Java, Government needs to keep area used for farming, because most of rice production came from rice field. It is necessary to apply some policies to keep the spatial thus can protecting agricultural land in order to ensure rice production in each province in Indonesia. Other than that, need some application of the intensification of production factors in order to increase the average of rice production each hectare. To increase farmer’s rate exchange also need some efforts in the form of intervention in output price and input price. 2) the government need some innovation for increasing rice production and desertification of food to control the amount of rice consumption, for example by replacing rice with the other food such as corn, cassava, taro, sago, and sweet potato which has same nutrition with rice. Because until now, rice is the main foodstuffs in Indonesia.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save