Home
Login.
Artikelilmiahs
13101
Update
ADE RAMADHANI
NIM
Judul Artikel
STUDI MODEL FISIK KEAMANAN BANGUNAN BENDUNG TERHADAP BANJIR LAHAR DINGIN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bendung menjadi salah satu komponen penting dalam proyek irigasi. Bendung yang dibangun harus memenuhi persyaratan stabilitas yang menjadi salah satu persyaratan penting guna menjamin umur bendung. Stabilitas bendung adalah bentuk gambaran yang mendefinisikan bahwa bendung tersebut dalam keadaan sempurna ditinjau dari ketahanan bendung menerima gaya-gaya internal dan eksternal. Penelitian ini diawali dengan pembuatan model bendung. Model bendung yang dibuat prototip adalah bendung Kedung Wadas, Purwokerto dengan skala 1:30. Bahan prototip terbuat dari beton dengan saluran menggunakan recirculating sediment flume. Data-data pengamatan pada penelitian ini diperoleh dengan membuat variasi debit aliran. Dari variasi debit tersebut dapat dianalisis tekanan hidrostatis yang berpengaruh terhadap stabilitas serta bentuk gerusannya. Hasil permodelan dan analisa perhitungan dari penelitian didapatkan hasil bahwa debit aliran berpengaruh terhadap stabilitas bendung. Semakin besar debit aliran akan berbanding lurus dengan besar tekanan hidrostatis yang terjadi. Stabilitas guling bendung pada kondisi gempa dan non gempa menunjukkan keadaan aman pada debit aliran 0,137 l/detik; 0,319 l/detik; 0,445 l/detik; dan 0,597 l/detik sedangkan tidak aman pada debit aliran 0,777 l/detik. Stabilitas bendung terhadap geser/gelincir pada kondisi gempa dan non gempa menunjukkan bahwa bendung tetap dalam keadaan aman pada semua debit aliran percobaan. Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan semakin besar debit aliran maka akan semakin besar dan panjang gerusan yang terjadi. Sehingga hal lain yang perlu diperhatikan pada keamanan bendung selain stabilitasnya adalah gerusan yang terjadi pada daerah sekitar bendung.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Dam became one of the important components in irrigation projects. Stability is one of the essential requirements to ensure the life of the weir. The stability of the dam defines that the dam is in good condition in terms of durability weir receive internal forces and external. This study begins with the weir modeling. Models prototypes design based of Kedung Wadas Weir, Purwokerto with scale 1:30. Materials prototypes made of concrete and using a recirculating sediment flume as channel. The data of observation in this study was obtained by varying the flow rate. By variations can be analyzed discharge hydrostatic pressure which affects the stability and scours. Modeling and analysis of the calculation showed that the flow rates affect the stability of the dam. The greater the flow rate will be directly proportional to the large hydrostatic pressure that occurs. The overturning stability of the weir on the earthquake and non-earthquake conditions indicate it is safe to discharge the flow of 0.137 l / sec; 0.319 l / sec; 0.445 l / sec; and 0,597 l / sec while unsafe on the flow rate 0.777 l / sec. The stability of the dam to slide / slip on the earthquake and non-earthquake condition shows that the dam remains in a safe condition at all flow experiments. From observations we can conclude the greater the flow, the greater and longer scouring happened. So another thing to note on the security of the dam in addition to stability is scouring that occurs in the area around the dam.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save