Home
Login.
Artikelilmiahs
12974
Update
RAYNA NADIA FAUZIANI NURRAHCHMAT
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT DEPRESI PASIEN SISTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS STADIUM RINGAN DI YAYASAN OEMAH KUPU YOGYAKARTA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang: Sistemik Lupus Erithematosus (SLE) merupakan salah satu penyakit reaksi autoimun yang bersifat kronis dan dapat mengakibatkan penderitaan secara fisik, mental serta permasalahan sosial bagi penderitanya. Banyaknya stressor yang dirasakan oleh odapus dapat menyebabkan depresi. Oleh karena itu,untuk mengurangi dampak negatif dari stressor dapat dilakukansuatu mekanisme kopingagar pasien tidak depresi dan dapat mengontrol kondisi psikisnya tetap stabil sehingga diharapkan kondisi fisik mereka pun ikut membaik Tujuan: Untuk Mengetahui hubungan mekanisme koping dengan tingkat depresi pasien SLE Metode: Studi observasional analitik cross sectional ini dilakukan pada 30 orang penderita penyakit SLE di Yayasan Oemah kupu Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden, untuk mekanisme koping menggunakan Kuesioner Brief COPE Scale dan untuk tingkat depresi diukur dengan Kuesioner Beck Depression Inventory (BDI). Analisis univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat yang digunakan adalah uji Koefisien Kontingensi. Hasil: hubungan mekanisme koping dengan tingkat depresi menunjukan korelasi yang bemakna (p<0,029) dengan arah negatif dan kekuatan korelasi sedang (r=-0,481). Arah hubungan yang negatif menunjukkan bahwa semakin adaptif mekanisme koping maka depresi yang dimiliki penderita lupus akan semakin rendah. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan tingkat depresi pasien Sistemik Lupus Erithematosus stadium ringan di Yayasan Oemah Kupu Yogyakarta
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Systemic Lupus Erythematosus (SLE) was a disease which Is a chronic autoimmune reaction and can lead tophysical, mental and social problems for odapus. The number of stressors perceived by odapus can lead to depression. Coping mechanism can reduced the negative impact of the stressor to prevent depression and to keep the patiens psychological condition remain stable, so that their physical condition can improved. Objective: The aim of this study is to determine correlation between coping mechanisms and depression level in SLE patients. Methods: This study was an observational analytic study with cross sectional design, conducted on 30 patients withSLE disease in Oemah Kupu FoundationYogyakarta. The data was obtained with the brief cope scale questionnaire for coping mechanism and questionnaire Beck Depression Inventory (BDI) for the depression levels. Univariate analysis used was frequency distribution tables and bivariate analysis used was is the coefficient of contingency. Result: There was significant correlation between coping mechanisms with the levelof depression (p <0.029) with negative direction and strength of the correlation was moderate (r =-0.481). The direction of a negative relationship suggests that more adaptive coping mechanisms, the depression in lupus patient would be lower. Conclusion: There was correlation between coping mechanisms with level of depression in patients with mild stage Systemic Lupus Erythematosus at Oemah Kupu Foundation Yogyakarta.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save