Home
Login.
Artikelilmiahs
12903
Update
ROHMAT JUNAIDI
NIM
Judul Artikel
Faktor yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Sawah Beririgasi ke Non Pertanian dan Pengaruhnya Terhadap Produksi Padi dan Ketahanan Pangan Beras di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk: untuk mengetahui besarnya tingkat alih fungsi lahan sawah beririgasi ke non pertanian yang terjadi di Kabupaten Banyumas, dan mengetahui faktor-faktor teknis yang dapat mempengaruhi alih fungsi lahan sawah menjadi lahan untuk kepentingan non pertanian di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan di 27 Kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data primer berupa wawancara dengan petani pemilik lahan teralih fungsikan dan data sekunder berupa informasi mengenai kasus alih fungsi lahan pertanian di 27 Kecamatan di Kabupaten Banyumas. Data dianalisis dengan cara membandingkan data dari lapangan mengenai karakteristik dan tingkat produktifitas lahan sawah dengan faktor yang mempengaruhi terjadinya alih fungsi lahan sawah beririgasi ke non pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan-lahan sawah yang dialih fungsikan memiliki karakteristik, kemampuan dan kesesuaian lahan yang mendukung untuk produksi padi sawah. Faktor yang telah mempengaruhi alih fungsi lahan digolongkan menjadi dua yaitu faktor internal berupa kondisi sosial dan ekonomi keluarga petani pemilik lahan sawah serta berkurangnya regenerasi potensi tani. Faktor eksternal adalah pertambahan penduduk, perkembangan perekonomian, serta kebijakan pemerintah yang mengatur alih fungsi lahan pertanian. Faktor-faktor baik faktor internal dan eksternal yang mendorong terjadinya alih fungsi lahan sawah tidak memperhatikan tingkat kemampuan dan kesesuaian lahan sebagai lahan pertanian padi. Tidak ada alasan teknis mengenai kesesuaian lahan dan agronomi yang telah mendorong alih fungsi lahan sawah beririgasi ke non pertanian. Sehingga lahan-lahan padi sawah produktif yang berlokasi strategis berpotensi dan sebagian besar telah teralih fungsikan untuk kepentigan non pertanian.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this research was to: determine the level of conversion of wetland into non-agricultural which was happened in Banyumas District, and know the technical factors that were affected the conversion of wetland into land for non-agricultural interests, so that how the impact to the availability of rice area and food security. The research was conducted in 27 sub-district in Banyumas. The research method was done by collecting primary data in the form of interviews to farmers and landowners diverted enable secondary data such as information on the case of agricultural land conversion in 27 Districts in Banyumas. Data were analyzed by comparing the data from the field on the characteristics and level of wetland productivity by a factor affecting the conversion of irrigated land to non-agricultural. The results showed that the rice lands have transformed to enable the characteristics, abilities and suitability of land for rice production support. Factors that have influenced land use is classified into two: internal factors such as social and economic conditions of family farmers who own paddy fields and reduced regeneration potential of the peasantry. External factors are population growth, economic development, as well as government policies that govern the conversion of agricultural land. Factors both internal and external factors that encourage the conversion of paddy fields do not pay attention to the level of ability and suitability of land for farming rice. There is no technical reason regarding the suitability of land and agronomy who have encouraged conversion of irrigated land to non-agricultural. So, the paddy rice fields which are strategically located were productive potential and functioned largely been diverted for non-agricultural interests.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save