Home
Login.
Artikelilmiahs
12868
Update
WAHYUNI ZETASARI
NIM
Judul Artikel
MOTIVASI NON-EKONOMI PENGEMIS DI ALUN-ALUN KOTA PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Permasalahan mengenai pengemis sering kali menjadi bahan pembicaraan yang hingga saat ini seperti belum mendapat penanganan serius. Pasalnya disudut maupun ditengah kota, keberadaan mereka setiap tahun semakin bertambah. Pemerintah pada dasarnya sudah mencoba untuk mengambil tindakan tegas terhadap keberadaan mereka. Namun akhirnya mereka kembali menjadi pengemis, dan dikarenakan penghasilan dari mengemis dinilai oleh banyak orang malas sangat menguntungkan, maka mengemis dijadikan sebagai sebuah pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor non-ekonomi yang menjadi beberapa kunci tentang eksistensi pengemis khususnya di wilayah alun-alun Purwokerto. Peneliti menemukan adanya faktor budaya, sosial dan agama yang menjaga eksistensi mereka. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengambilan data dengan purposive sampling. Dengan pendekatan secara alami dan mengambil sampel terhadap informan yang dinilai lebih tahu tentang fokus penelitian, maka peneliti mampu mendapat informasi yang diinginkan. Faktor non-ekonomi seperti faktor budaya, yang menjadikan mental mengemis dari masyarakat yang memang berasal dari ekonomi bawah semakin besar. Faktor agama, mengemis dijadikan sebagai suatu investasi kebajikan dalam arti lain apabila memberi pengemis dipastikan mendapat pahala. Faktor sosial, lingkungan tempat tinggal dan keluarga menjadi salah satu penyebab utama dari eksistensi mereka. Kata kunci: Faktor non-ekonomi, budaya, agama, sosial
Abtrak (Bhs. Inggris)
Motivasi Non-ekonomi Pengemis di Alun-alun Purwokerto” “Non-economic motivations Beggars in the Square Purwokerto” Wahyuni Zetasari, FX. Wardiyono, Rahmad Santosa Email: zetasari.wahyuni@gmail.com ABSTRACT Problems concerning beggars often be the talk which until now has not received such serious treatment. Because the corner or the middle of the city, their presence is increasing every year. The Government basically has tried to take firm action against their existence. But eventually they become beggars, and because income from begging rated by many lazy people are very profitable, then begging serve as a job. The purpose of this study to determine non-economic factors into some of the key on the existence of beggars, especially in the area of the square Purwokerto. Researchers discovered the existence of cultural, social and religious who take care of their existence. This research uses qualitative descriptive method, while data retrieval technique with purposive sampling. With the approach naturally and take samples of the informants who assessed more you know about the focus of research, the researchers were able to obtain the desired information. Non-economic factors such as cultural factors, which makes mental begging from people who are coming from the bottom of the larger economy. Religious factors, begging serve as an investment virtue in another sense when giving beggars certainly be rewarded. Social factors, living environment and the family became one of the main causes of their existence. Keywords: non-economic factors, cultural, religious, social ABS
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save