Home
Login.
Artikelilmiahs
12848
Update
HERI SISWANTO
NIM
Judul Artikel
RANCANG BANGUN PROTOTIPE MESIN TANAM BIJI KACANG HIJAU TIPE TUGAL DENGAN MEKANISME ENGKOL PELUNCUR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman kacang-kacangan yang memiliki kelebihan tahan terhadap kekeringan, dan dapat dipanen pada umur 55-60 hari. Namun, budidaya komoditas ini, khususnya pada kegiatan penanaman, belum didukung oleh upaya mekanisasi yang memadai, sehingga pengerjaannya masih memerlukan waktu lama dan biaya cukup mahal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengembangkan desain mesin penanam biji-bijian dengan modifikasi bagian pelubang dan penabur biji, 2) Membuat prototipe mesin tanam kacang hijau dengan mekanisme engkol peluncur untuk optimalisasi kapasitas penanaman, serta 3) Menguji kapasitas kerja prototipe mesin tersebut dibandingkan dengan sistem penanaman konvensional. Penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan yaitu: tahap perancangan, manufaktur, pengujian dan evaluasi hasil pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain dan prototipe mesin tanam biji tipe tugal dengan mekanisme engkol peluncur yang berhasil dikembangkan memiliki dimensi 142 cm x 70 cm x 95 cm (panjang x lebar x tinggi total) dengan jarak antar poros roda 82 cm, dan terdiri atas 2 unit pelubang dan penabur biji. Uji fungsional mesin dengan 2 level throttle menghasilkan kecepatan maju teoritis tertinggi sebesar 19,65 cm/s pada putaran 3340,02 rpm (level 2). Jarak tanam teoritis adalah 28 cm x 15,67 cm (jarak antar baris x jarak dalam baris) dengan kapasitas keluaran biji pada kecepatan penabur 849,66 mm/s sebesar 8 butir/lubang (biji kering) dan 2 butir/lubang (biji basah). Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa prototipe mesin yang dikembangkan (0,0198 ha/jam) memiliki kapasitas kerja teoritis 2,5 kali lebih tinggi dibanding penananaman konvensional dengan alat tanam tugal (0,0078 ha/jam).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Mung bean (Vigna radita L.) is a nuts plant that has durability to dryness and can be harvested at 55 – 60 days after sowing. However, cultivating the commodity, especially sowing activity hasn’t supported by suitable mechanization effort yet. So that the process is still require a long time and the cost is quite expensive. This research was aimed: 1) To develop a design of seeder with the modification of seed-opening/pit and -sower unit, 2) To construct the prototype of mung bean seeder with crank slider mechanism for optimizing sowing capacity, 3) To examine the performace capacity of the designed seeder prototype with crank slider mechanism compared to the conventional sowing system. This research was conducted in several stages: designing, manufacturing, testing and evaluating test results. The result showed that the developed design and prototype of the dibble-type seeder with crank slider mechanism had dimension 142 cm x 70 cm x 95 cm (total lenght x width x heigh) with wheel axis distance of 82 cm, and consisted of 2 seed-opening/pit and -sower unit. The functional performance test with 2 throttle levels obtained the maximum theoritical-onward velocity was 19.65 cm/s at rotation of 3340.02 rpm (level 2). Theoritical planting distance is 28 cm x 15.67 cm (row space x seed-points distance within the row) with seed-output capacity at sowing-speed of 849.66 mm/s was 8 grain/hole (dry seed) and and 2 grain/hole (original/wet seed). According to the above data, it could be concluded that the developed seeder prototype (0.0198 ha/hour) had theoretical performance capacity 2.5 times higher than the conventional dibble-sowing system (0.0078 ha/hour).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save