Home
Login.
Artikelilmiahs
12745
Update
RINA ISNAWATI
NIM
Judul Artikel
PERILAKU KADER DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK BERBASIS RUMAH TANGGA DI DESA KARANGMANGU BATURRADEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sampah masih menjadi masalah di Indonesia. Semakin banyak jumlah penduduk membuat volume sampah terus meningkat, termasuk di Desa Karangmangu. Volume sampah anorganik lebih besar daripada sampah organik karena Desa Karangmangu merupakan daerah penyangga wisata di Baturraden. Kader kesehatan merupakan salah satu orang yang dapat menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah anorganik. Peran serta kader dalam pengelolaan sampah anorganik di Desa Karangmangu tergolong masih rendah yaitu sebesar 52,2% (Amaliyah, 2014). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengetahuan, sikap, dan praktik kader dalam pengelolaan sampah anorganik. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan melakukan wawancara kepada 5 orang kader sebagai subjek penelitian utama dan 3 orang bidan, Ketua FKD, serta Pengelola TPA sebagai subjek penelitian pendukung. Cara pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader sudah mengaplikasikan pengetahuan tentang sampah anorganik, sikap dan praktik kader sudah memilah sampah serta membuat kerajinan tangan, namun belum semua menerapkan karena terhambat masalah pemasaran. Sehingga diperlukan pemberian informasi tentang pemasaran produk kerajinan untuk meningkatkan kesadaran kader.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Waste is still become a problem in Indonesia. The more people make waste volume getting increased, including in the Karangmangu village. Inorganic waste volume is greater than the organic waste because Karangmangu village is tourism buffer zone in Baturraden. A health cadre is the one who can encourage people to participate in inorganic waste management. The role of cadre in inorganic waste management in Karangmangu village is still relatively low at 52.2% (Amaliyah, 2014). The purpose of this study is to describe the knowledge, attitude, and cadre practice in inorganic waste management. The method that used is descriptive qualitative. Subjects were obtained by using purposive sampling technique by doing interview with 5 cadres as the main study subjects and 3 supporting study subjects that are midwifes, the Village Health Forum Leader, also the Landfill Manager. The data collected by observation, in-depth interview, literature study, and documentation. The result shows that cadres already apply the knowledge of inorganic waste, attitudes and cadre’s practice has been sorted the waste and made crafts, but not at all that apply because it is hampered by the problem of marketing. Therefore, there needs provision of information about marketing of craft products to increase the awareness of cadres.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save