Home
Login.
Artikelilmiahs
12738
Update
TITIS HANIFAH KRIS NURBAETTY
NIM
Judul Artikel
Keanekaragaman dan Dominansi Mikrofitobenthos di Sungai Pekacangan Purbalingga yang Terkena Limbah Cair Industri Tapioka
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Berkembangnya industri-industri di Indonesia sangat membantu peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, tetapi di sisi lain menimbulkan dampak yang kurang baik bagi lingkungan, yaitu adanya limbah yang dihasilkan sebagai hasil samping dari suatu proses pengolahan dalam industri. Industri tapioka yang berada di Desa Timbang Kecamatan Kejobong, Purbalingga, merupakan salah satu industri yang membuang limbah cair ke Sungai Pekacangan. Limbah cair tersebut akan mempengaruhi ekosistem perairan termasuk kualitas fisik-kimia, maupun biota yg hidup didalamya, salah satunya mikrofitobenthos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan dominansi mikrofitobenthos serta untuk mengetahui kualitas perairan di Sungai Pekacangan Purbalingga yang terkena limbah cair industri tapioka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, penentuan 5 stasiun yaitu 2 stasiun sebelum pembuangan limbah cair industri tapioka, 1 stasiun tepat pembuangan limbah cair industri tapioka, 2 stasiun setelah pembuangan limbah cair industri tapioka. Parameter yang diamati meliputi parameter utama yaitu jumlah jenis dan jumlah individu mikrofitobenthos dan parameter pendukung yaitu faktor fisik (substrat dasar, kecepatan arus, suhu, kedalaman, penetrasi cahaya, TDS dan TSS) dan faktor kimia (DO, CO2, BOD, nitrat, orthofosfat dan pH). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman dari Shannon-Wiener untuk mengetahui keanekaragaman mikrofitobenthos dan indeks dominansi dari Simpson untuk mengetahui mikrofitobenthos yang dominan di Sungai Pekacangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikrofitobenthos yang diperoleh di Sungai Pekacangan terdapat 5 divisi yaitu Chlorophyta, Chrysophyta, Cyanophyta, Cryptophyta, dan Phyrrophyta. Divisi Chlorophyta terdiri dari 18 spesies, divisi Chrysophyta terdiri dari 43 spesies, divisi Cyanophyta terdiri dari 4 spesies, divisi Cryptophyta terdiri dari 3 spesies, dan divisi Phyrrophyta terdiri dari 2 spesies. Indeks keanekaragaman mikrofitobenthos di Sungai Pekacangan berkisar antara 1,95-3,05 menunjukkan keanekaragaman mikrofitobenthos sedang-tinggi. Indeks Dominansi mikrofitobenthos di Sungai Pekacangan Berkisar antara 0,07-0,23, yang menunjukkan bahwa tidak ada mikrofitobenthos yang mendominasi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Development of industries in Indonesia is very helpful economic development and welfare of the community, but on the other hand cause unfavorable impact on the environment, namely the waste generated as a by product of a process in the processing industry. Tapioca industry in the village of the Timbang District Kejobong, Purbalingga, is one of the industries that dispose of liquid waste into the river Pekacangan. The liquid waste will affect aquatic ecosystems including the physical-chemical quality, and biota living, one mikrofitobenthos. This study aims to determine the diversity and dominance mikrofitobenthos as well as to determine the water quality in the Pekacangan River affected by industrial liquid waste of tapioca. The method used in this research is the survey method. The sampling technique was done by purposive sampling, namely the determination of the 5 stations 2 stations before disposal of industrial wastewater tapioca, 1 station on the disposal of industrial wastewater tapioca, 2 stations after the disposal of industrial wastewater tapioca. The parameters observed were the main parameters are the number of species and number of individuals mikrofitobenthos and supporting parameters that physical factors (substrate, current speed, temperature, depth, light penetration, TDS and TSS) and chemical factors (DO, CO2, BOD, nitrate, orthophosphate and pH). Data were analyzed using diversity index of Shannon-Wiener diversity to know mikrofitobenthos and dominance index of Simpson to determine the dominant mikrofitobenthos Pekacangan River. The results showed that mikrofitobenthos obtained in Pekacangan River there are 5 divisions, namely Chlorophyta, Chrysophyta, Cyanophyta, Cryptophyta, and Phyrrophyta. Chlorophyta division consists of 18 species, Chrysophyta division consists of 43 species, Cyanophyta division consists of four species, Cryptophyta division consists of three species, and Phyrrophyta division consists of two species. Mikrofitobenthos diversity index Pekacangan River ranged from 1.95 to 3.05 indicates moderate mikrofitobenthos diversity. Mikrofitobenthos dominance index Pekacangan River Ranging from 0.07 to 0.23, which indicates that there is no mikrofitobenthos that dominates.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save