Home
Login.
Artikelilmiahs
12675
Update
KIYAT SEMBODO
NIM
Judul Artikel
Konflik dalam Pemanfaatan Air Irigasi di Desa Banjarparakan Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pembangunan saluran irigasi untuk menunjang penyediaan bahan pangan nasional sangat diperlukan, sehingga ketersediaan air di lahan akan terpenuhi walaupun lahan tersebut berada jauh dari sumber air permukaan. (Sudjarwadi, 1990: 15). Hal ini menggambarkan, keberadaan air menjadi hal yang penting untuk petani. Air irigasi menjadi hal yang paling krusial di sektor pertanian, untuk itulah petani sangat rentan jika terjadi pengurangan apalagi kelangkaan persediaan dan distribusi air sehingga persaingan untuk memperoleh air tak bisa dihindari pada saat krisis air di musim kemarau yang biasanya berujung dengan konflik. Hasil penelitian menunjukkan konflik di antara petani dalam pemanfaatan air irigasi di Desa Banjarparakan merupakan konflik horizontal, terjadi antarindividu, bersifat destruktif, dan berupa intimidasi dan adu mulut. Konflik disebabkan oleh dua hal, yaitu masalah kesenjangan, dimana terdapat perbedaan dalam posisi petani yang diuntungkan atau tidak diuntungkan dalam pemanfaatan irigasi, dan keinginan untuk mendominasi air irigasi. Upaya Dharma Tirta Banjarjaya Banjarparakan untuk menyelesaikan konflik adalah dengan mengusahakan pemerataan air irigasi ke seluruh petani, memperbaiki dan menambah sarana dan prasarana untuk menunjang irigasi, mengadakan pendidikan moral untuk petani agar petani dapat memiliki akhlak yang baik dan selanjutnya, mempertemukan pihak yang berkonflik untuk dapat menemukan jalan keluar secara damai.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Construction of irrigation channels to support the national food supply is necessary, so that the availability of water in the soil will be met even if the land is located away from surface water sources. (Sudjarwadi, 1990: 15). This illustrates, where the water becomes important to farmers. Irrigation water to be the most crucial in the agricultural sector, for which farmers are very vulnerable if there is a reduction especially the scarcity of supply and distribution of water so that competition for water can not be avoided in the current water crisis in the dry season which usually leads to conflict. The results showed the conflict between farmers in the use of irrigation water in the village Banjarparakan a horizontal conflicts, occurring between individuals, destructive, and in the form of intimidation and quarrels. Conflict is caused by two things, namely the problem of inequality, where there is a difference in the position of farmers who benefited or not benefited in the use of irrigation, and the desire to dominate irrigation water. Dharma Tirta Banjarjaya Banjarparakan efforts to resolve the conflict is to seek equitable distribution of irrigation water to all farmers, improve and add facilities and infrastructure to support irrigation, held moral education to the farmers so that farmers can have good morals and furthermore, bring conflicting parties to be able to find in a peaceful way out.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save