Home
Login.
Artikelilmiahs
12453
Update
KATHARINA LISTYANINGRUM PRASTIWI
NIM
Judul Artikel
Perbandingan Kadar Kelembapan Kulit Antara Pemberian Squalane dengan Olive Oil pada Penderita Xerosis Kutis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang: Xerosis kutis merupakan penyakit yang ditandai dengan keadaan kulit kering, kasar, bersisik, kadang disertai dengan rasa panas, dan gatal. Ras ASIA merupakan ras yang memiliki risiko xerosis kutis karena Trans-Epidermal Water Loss (TEWL) yang tinggi, sekresi sebasea rendah, dan paparan UV yang cukup tinggi terutama pada wilayah tropis. Pengobatan utama xerosis kutis adalah emolien, salah satunya olive oil. Squalane juga berperan sebagai emolien, namun jarang diteliti. Tujuan: Mengetahui peran pemberian squalane dalam meningkatkan kadar kelembapan kulit penderita xerosis kutis serta membandingkan efektivitas pelembap yang lebih baik dalam meningkatkan kadar kelembapan kulit antara squalane dengan olive oil Metode: Desain penelitian ini adalah Randomized Clinical Trial with Double Blind. Subjek penelitian diambil dari penderita xerosis kutis. Subjek diambil sebanyak 26 orang dan dibagi ke dalam 2 kelompok, masing-masing kelompok berisi 13 subjek. Pemeriksaan dilakukan 4 kali, yaitu sebelum, menit ke-15, hari ke-8, dan hari ke-15. Hasil: Uji analisis data melalui Uji Repeated ANOVA menunjukan hasil yang bermakna dimana p<0,05. Sementara dari hasil uji analisis perbandingan squalane dan olive oil dilakukan dengan Uji Mann-Whitney dan didapatkan p<0,05 yang menandakan bahwa hasil bermakna secara signifikan. Kesimpulan: Squalane secara signifikan mampu meningkatkan kadar kelembapan kulit penderita xerosis kutis dan secara signifikan bekerja lebih baik dibandingkan dengan penggunaan olive oil.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Xerosis cutis is a disease characterized by dry skin, rough, scaly, and usually by a burning sensation and itching. ASIAN race is a race that has a risk of xerosis cutis due to high TEWL (Trans-Epidermal Water Loss), low sebaceous secretions, and highly exposure to ultraviolet’s ray, especially in tropical regions. The main treatment is the application of emollient, one of which is olive oil. Squalane is also widely used as an emollient for the skin moisture, but still rarely investigated. Objective: To investigate the role of squalane administration in increasing skin moisture levels in xerosis cutis patients and to compare the effectiveness of moisturizers between olive oil and squalane in improving the moisture content of the skin. Methods: This study design was Randomized Clinical Trial with Double Blinding. Subjects were 26 patients with xerosis cutis and divided into two groups, each group containing thirteen subjects. The evaluation held four times; before the application of emollient, the 15th minute, day 8, and day 15. Results: The analysis data is using Repeated ANOVA test. Results showed the significant data where p-value is <0.05. While the comparative analysis to compare squalane and olive oil effectiveness is using the Mann-Whitney Test and obtained p-value <0.05, which indicates that the results were statistically significant. Conclusion: Squalane significantly increasing the moisture content of the skin of patients with xerosis cutis and significantly better than olive oil.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save