Home
Login.
Artikelilmiahs
12376
Update
ACEP IVAN MUHAMMAD IRFANI
NIM
Judul Artikel
LOGAM BERAT KROMIUM (Cr) DALAM ORGAN INSANG DAN KAKI KERANG TOTOK (Polymesoda sp.) DI PERAIRAN PLAWANGAN BARAT, SEGARA ANAKAN, CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kerang Totok (Polymesoda sp.) merupakan salah satu kerang yang hidup di hutan mangrove Plawangan Barat, Segara Anakan, Cilacap. Kerang ini memiliki sepasang insang yang digunakan untuk respirasi dan menyaring makanan dimana materi-materi organik dan anorganik dalam air akan tersaring masuk, termasuk logam berat kromium. Selain itu, kerang ini hidup dengan cara membenamkan diri dalam sedimen. Logam berat kromium dapat masuk ke tubuh kerang melalui respirasi, pencernaan makanan dan difusi permukaan kulit. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2015. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa kandungan logam berat tertinggi pada insang dan kaki terdapat pada stasiun IV sebesar 3,458 ± 0,252 mg/kg dan 4,539 ± 0,066 mg/kg. Sedangkan pada sedimen tertinggi adalah stasiun VI sebesar 5,828 ± 0,174 mg/kg. Hubungan antara kandungan logam berat kromium yang terdapat pada insang dan sedimen berkorelasi dengan r = 0,502 (r > 0,5). Namun, nilai kandungan logam berat kromium pada kaki dan sedimen sedikit berkorelasi dengan nilai r = 0,145 (r < 0,5).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Marsh clam (Polymesoda sp.) is a bivalve living in mangrove forest of West Plawangan, Segara Anakan, Cilacap. This bivalve uses gill for respiration and filters food including organic and inorganic materials. One of them could be chromium heavy metal. Besides that, the animal lives in the sediment by submersion. Chromium heavy metals enter into bivalve through: respiration, alimentary digestion and skinned surface diffusion ways. This research was conducted on Februari 2015. The results showed that chromium concentration was highest in gills and feet on station IV being 3.458±0.252 mg/kg and 4.539±0.066 mg/kg, respectively. Meanwhile, sediment contained the highest concentration in station VI being 5.828±0.174 mg/kg. Relation of chromium contents in gills and in sediment was correlated with r = 0.502 (r > 0.5). However, chromium contents in feet and sediment were less correlated with r = 0.145 (r < 0.5).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save