Home
Login.
Artikelilmiahs
12338
Update
CAHYO ARIBOWO
NIM
Judul Artikel
PERAN BADAN KELUARGA BERENCANA DAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PENCEGAHAN PERKAWINAN USIA MUDA DI KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Remaja sangat rentan terhadap resiko TRIAD KRR/Kesehatan Reproduksi Remaja (Seksualitas, HIV dan AIDS, NAPZA) dan pernikahan dini. Perkawinan muda akan berdampak pada timbulnya beberapa masalah dalam masyarakat. Masalah yang mucul seperti masalah kekerasan dalam rumah tangga karena psikologis yang masih kurang matang dari pasangan muda tersebut, mengakibatkan meningkatnya angka pengangguran, tingginya angka perceraian dan meningkatnya angka pertumbuhan jumlah penduduk. Selain itu, dilihat dari segi kesehatan bagi wanita muda kesiapan tubuh masih belum siap untuk mengandung dan melahirkan, sehingga berdampak pada tingginya angka kematian ibu dan bayi. BKBPP merupakan salah satu instansi yang ikut andil dalam hal pencegahan perkawinan di usia muda atau di bawah umur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dilihat dari aspek enterpreneur, koordinasi, fasilitasi serta stimulasi Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Purbalingga dalam mengatasi hal tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dan teknik pemilihan informannya adalah purposive sampling. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan adalah bahwa peran Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dalam hal pencegahan perkawinan usia muda di Kabupaten Purbalingga terdapat pada peran dalam aspek entrepreneur, koordinasi, fasilitasi, serta sosialisasi, namun masih dirasa kurang optimal dalam menjalankan perannya tersebut dengan berbagai kendala yang dihadapi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Teens are particularly vulnerable to the risk of TRIAD KRR / Adolescent Reproductive Health (Sexuality, HIV and AIDS, drugs) and early marriage. The young marriage will have an impact on the emergence of some of the problems in society. Problems that appear as problems of domestic violence because of the psychological is still less mature than the young couple, resulting in rising unemployment, the high divorce rate and increasing the rate of growth of population. Moreover, in terms of readiness of health for young women's body is still not ready to conceive and give birth, so the impact on the high rate of maternal and infant mortality. BKBPP is one of the agencies that took part in the prevention of marriage at a young age or underage. This study aims to examine the role seen from the aspect entrepreneurs, coordination, facilitation and stimulation of the Board of Family Planning and Women's Empowerment Purbalingga to overcome it. The method used in this research is qualitative descriptive, and the informant selection technique is purposive sampling. Results of research can be concluded is that the role of the Agency for Family Planning and Women's Empowerment in terms of the prevention of early marriage in Purbalingga contained in the entrepreneur's role in this aspect, coordination, facilitation, and socialization, but is still considered less than optimal in carrying out his role with the various constraints faced.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save