Home
Login.
Artikelilmiahs
12081
Update
DIAS AGUSTIN
NIM
Judul Artikel
PROSPEK PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA EMPING MELINJO DI DESA BINANGUN KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Binangun adalah salah satu penghasil emping melinjo di Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Profil usaha emping melinjo di Desa Binangun Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas, 2) Analisis usaha finansial industri rumah tangga emping melinjo, 3) Besarnya nilai tambah melinjo setelah diolah menjadi emping melinjo, 4) Prospek pengembangan industri rumah tangga emping melinjo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Binangun Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas pada bulan Maret 2015 sampai dengan April 2015. Pengambilan data secara sensus dengan jumlah responden sebanyak 45 orang. Analisis data yang digunakan analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C rasio, analisis Break Even Point (BEP), Analisis nilai tambah dan Analisis peramalan. Hasil penelitian menunjukkan usaha pembuatan emping melinjo di Desa Binangun merupakan kegiatan usaha yang dilakukan sudah sejak tahun 1998 dan masih menggunakan peralatan tradisional. Emping melinjo dijual langsung ke pedagang, warung, pasar, dan konsumen yang datang langsung ke Desa Binangun. Produksi emping melinjo yang dihasilkan pengrajin di Desa Binangun rata-rata setiap bulannya adalah 66,31 kg. Analisis biaya, penerimaan dan pendapatan per bulan pada tahun 2014 menunjukkan bahwa rata-rata biaya sebesar Rp1.305.100,00, penerimaan sebesar Rp1.657.750,00, dan pendapatan sebesar Rp352.650,00. Industri rumah tangga emping melinjo di Desa Binangun layak dikembangkan karena nilai R/C rasio 1,27. BEP produksi 5,02 kilogram dan BEP penerimaan sebesar Rp148.700,00. Nilai tambah setelah diolah menjadi emping melinjo sebesar Rp5.915,73. Usaha emping melinjo di Desa Binangun mempunyai prospek yang baik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Binangun Village is one of the melinjo chips producer in Banyumas Regency. This research aims to know: 1) Business profil in Binangun Village Banyumas Regency, 2) Analysis of financial businesses from melinjo chips home industry, 3) The value-added melinjo after have been processed into melinjo chips, 4) Expension prospects in melinjo chips home industy. This research conducted in Binangun Village Banyumas Regency on March 2015 until April 2015. Data have been taken by sensus with 45 respondents. The data analysis used is descriptive analysis, cost and revenue analysis, Break Even Point analysis, the value-added analysis and forecasting analysis. The result showed the business of chips melinjo in Village Binangun was already exist since 1998 and production activities used traditional equipment. Chips melinjo sold to seller, small hop, market and consumers who come directly to Binangun Village. Every craftsmen in Village Binangun can produce 66,31 kg every month. Cost, revenue and income analysis monthly in 2014 showed the average cost Rp1.305.100,00, revenue Rp1.657.50,00 and income Rp352.650,00. Melinjo chips home industy in Binangun Village already qualified to be operated because the value of R/C ratio is 1,27. BEP production 5,02 kg and BEP revenue Rp148.700,00. The value-added after been processed into melinjo chips Rp5.915,73. Businesses chips melinjo in Binangun Village has great prospect.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save