Home
Login.
Artikelilmiahs
11936
Update
DIDIK KURNIADI
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN DAYA TAHAN PANAS SAPI FH IMPOR DAN FH LOKAL DENGAN PRODUKSI SUSU DI SATKER PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA SAPI PERAH PAGERKUKUH WONOSOBO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1.) perbedaan daya tahan panas antara sapi FH impor dengan sapi FH lokal, 2.) hubungan antara daya tahan panas sapi FH impor dan sapi FH lokal di tempat penelitian dengan produksi susunya. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan menggunakan sampel 8 ekor sapi FH impor dan 15 ekor sapi FH lokal yang sedang laktasi. Peubah yang diukur adalah temperatur tubuh dan frekuensi nafas pada sapi. Pengukuran dilakukan sebanyak 8 kali dengan selang pengukuran 2 hari sekali. Pengukuran suhu rektal dilakukan 3 kali sehari dan frekuensi nafas diukur 2 kali sehari. Produksi susu diukur pada pagi dan siang hari kemudian dijumlahkan untuk memperoleh produksi susu dalam sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan daya tahan panas yang nyata antara sapi FH lokal dan sapi FH impor (P > 0,05) baik menggunakan metode Rhoad maupun metode Benezzra. Hubungan antara daya tahan panas dengan produksi susu diformulasikan sebagai Y = 7224,751808 + 92,9603834X untuk metode Rhoad dan Y = 46,4304773 + 803,0971628X untuk metode Benezzra. Namun demikian kedua formulasi itu tidak dapat digunakan sebagai penduga, karena nilai R sangat rendah (0,196 dan 0,199). Sehingga dapat disimpulkan bahwa: 1.) tidak terdapat perbedaan angka koefisien daya tahan panas antara sapi FH lokal dan sapi FH impor, 2.) tidak terdapat hubungan antara angka koefisien daya tahan panas dengan produksi susu.
Abtrak (Bhs. Inggris)
There were two purpose of this study: 1.) to know the difference of heat tolerance coefficient between imported FH lactating cows and local FH lactating cows, 2.) the relationship between heat tolerance coefficient of imported FH lactating cows and local FH lactating cows with milk production in research place. The method of this study was survey method, using a sample of 8 imported FH lactating cows and 15 local FH lactating cows. The parameters measured were body temperature and frequency of breathing in cattle. Measurements carried out as many as 8 times the measurement interval 2 days. Rectal temperature measurement is done 3 times daily at 10:00, 13:00, and 15:00. Frequency of breath measured 2 times daily at 10:00 and 15:00. Milk production is measured in the morning and afternoon then summed to obtain the production of milk in a day. The results showed that there was no difference in heat tolerance coefficient between imported FH lactating cows and local FH lactating cows ( P > 0.05 ) using either a Rhoad method or Benezzra method. The relationship between heat tolerance coefficient could be formulated by Y = 7224,751808 + 92,9603834X to Rhoad method and Y = 46,4304773 + 803,0971628X to Benezzra method. However, the two formulations could not be use predicted due to the multiple R was very low (0,196 and 0,199). In could be concluded that : 1.) there was no difference of heat tolerance coefficient between imported FH lactating cows and local FH lactating cows, 2.) there was no relationship between heat tolerance coefficient of imported FH lactating cows and local FH lactating cows with milk production.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save