Home
Login.
Artikelilmiahs
11788
Update
ALIZA SYIFA
NIM
Judul Artikel
BIOLOGI DAN PERILAKU SERANGGA HAMA BURIK Nacoleia octasema Meyr. YANG MENYERANG TANAMAN PISANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui biologi serangga hama burik N. octasema pada buah pisang, 2) mengetahui perilaku ngengat hama burik N. octasema, dan 3) mengetahui jenis pisang yang lebih disukai ngengat hama burik N. ostasema. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober 2014 sampai April 2015 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian terdiri dari dua metode yaitu observasi dan percobaan. Observasi digunakan untuk mengamati serangan di lapang dan biologi serangga hama N. octasema di laboratorium. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan empat perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah empat varietas pisang, yaitu P1 = Pisang Ambon, P2 = Pisang Susu, P3 = Pisang Raja Bulu, dan P4 = Pisang Klutuk. Variabel yang diamati adalah morfologi serangga, perkembangan dan siklus hidup, perilaku serangga, dan pemilihan inang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga hama burik N. octasema terdiri dari 4 stadia, yaitu telur, larva, pupa, dan imago (ngengat). Telur berbentuk bulat dengan ukuran 1,22±0,08 mm, larva terdiri dari lima instar dan berbentuk silinder dengan ukuran (5,29±0,42 sampai 24,20±0,42) mm dengan kapsul kepala hitam. Pupa berwarna coklat dengan ukuran 11,87±1,03 mm (jantan) dan 12,69±0,13 mm (betina). Imago jantan memiliki rentang sayap 19,13±1,83 mm dan betina 20,02±0,47 mm, berwarna coklat dengan bintik hitam di tepi sayap. Siklus hidup berkisar 24-40 hari (rata-rata 29,35±0,42 hari), dengan masing-masing stadia sebagai berikut, telur 1,10±0,06 hari, larva 12,15±0,56 hari, pupa 9,45±0,21 hari, dan imago 5,40±0,25 hari. Larva lebih menyukai bunga pisang dan kulit buah muda. Larva menyukai tempat yang tertutup di dalam kumpulan kotorannya dan berpupa di antara sisir buah pisang. Pupa dilindungi oleh kokon. Ngengat muncul dan aktif melakukan kopulasi pada malam hari. Ngengat meletakkan telur secara acak. Tidak ada preferensi terhadap varietas pisang yang diuji.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aimed to: 1) determine the biology of banana scab moth N. octasema, 2) determine the behavior of banana scab moth N. octasema, and 3) determine the preference of banana scab moth N. octasema to banana varieties. The research was be held from October 2014 until April 2015 in Laboratory of Plants Protection, Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University. This research used observation and experiment methods. Observation was used to monitor pest attack in the field and biology of banana scab moth N. octasema in the laboratory. The experimental design which used a randomized block design (RBD) with four treatments and six replications. The treatments consisted of four banana varieties, it is: P1 = Ambon, P2 = Susu, P3 = Raja Bulu, and P4 = Klutuk. The variables measured were insect morphology, development and life cycle, insects behavior, and host selection. The results showed that banana scab moth N. octasema consisted of four stadia, namely egg, larvae, pupae, and imago (moth). The eggs were round, length 1.22±0.08 mm, larvae consisted of five instars, cylindrical (5.29±0.42 till 24.20±0.42) mm black head capsules. Pupae brown, 11.87±1.03 mm (male) and 12.69±0.13 mm (female). The males had wing spans 19.13±1.83 mm and females 20.02±0.47 mm, brown with black spot in wing edge. The life cycle 24-40 days (average 29.35±0.42 days), with each stages i.e. eggs 1.10±0.06 days, larvae 12.15±0.56 days, pupae 9.45±0.21 days, and imago 5.40±0.25 days. Larvae preferred blossom of banana or young banana skin. Larvae preferred closed place in their feces horde and pupated between bananas bunch. Pupae were protected by the cocoon. Moths emerged and copulated at night. Moths laid thier eggs randomly. It was no preference against tested banana varieties.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save