Home
Login.
Artikelilmiahs
11737
Update
MAULANA MUFTHI
NIM
Judul Artikel
INTERPRETASI DATA POLARISASI TERINDUKSI KAWASAN FREKUENSI UNTUK MENGETAHUI POTENSI MINERAL LOGAM DI DAERAH “X” PROVINSI BANTEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Telah dilakukan penelitian Geofisika dengan metode polarisasi terinduksi kawasan frekuensi di daerah “x” Provinsi Banten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi mineral logam di daerah tersebut. Tahap penelitian ini meliputi penghitungan resistivitas, PFE, dan Metal Factor serta pemodelan hingga diperoleh penampang 2D nilai resistivitas, PFE, dan Metal Factor di daerah penelitian. Pemodelan dilakukan menggunakan software RES2DINV. Tahap selanjutnya adalah interpretasi data yang dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan sebaran nilai resistivitas, PFE, dan Metal Factor pada penampang 2D menunjukkan bahwa pada semua lintasan diduga mengandung mineral logam. Potensi ini dapat dilihat dari hasil analisis penampang tiap lintasan, besarnya nilai PFE > 14% yang menunjukkan zona mineralisasi, dan juga dilihat dari jenis alterasi-alterasinya yang berdasarkan variasi rentang nilai resistivitas. Tiap alterasi terdapat mineral logam tertentu dan tingkat kandungan logam yang ada ditunjukkan dari parameter Metal Factor. Dari ketiga jenis alterasi yang diduga terdapat di area penelitian, alterasi argilik diperkirakan paling banyak ditemukan pada area ini, sehingga diduga di daerah penelitian banyak mengandung mineral logam illit dan smektit.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Geophysics research has been carried out by the method of frequency domain induced polarization in the region "x" Banten Province. The research aims to know determine the mineral metal potential in the area. The research step includes the calculation of the resistivity, PFE, and Metal Factor and modeling until cross-sectional 2D resistivity values, PFE, and Metal Factor research area were obtained. Modeling was performed using RES2DINV software. Based on distribution of resistivity values, PFE, and Metal Factor on 2D cross section shows that in all the trajectory is thought to contain metallic minerals. This potention can be seen from the results of cross-sectional analysis of each track, the value of the PFE> 14% which shows the mineralized zones and also from the alteration types based on variations in resistivity value range. Each alteration has certain metallic minerals and metal content of the existing level can be seen from the parameters Metal Factor. From the three alteration is guess in the areas of research, argillic alteration is most prevalent in this area which contains minerals illite and smectite metal.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save