Home
Login.
Artikelilmiahs
11732
Update
FAMILA KIRANA
NIM
Judul Artikel
PERBEDAAN MIKRODENSITAS DENTIN PADA HARI KE-5 DAN HARI KE-15 PASCA BLEACHING INTRAKORONAL TEKNIK WALKING BLEACH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perawatan bleaching intrakoronal mampu mengoreksi secara total atau sebagian diskolorasi tetapi bahan bleaching dapat membuat perubahan mikrodensitas dentin yaitu perubahan morfologi dentin dan perubahan struktur kimia dentin. Frekuensi pengaplikasian bahan bleaching dan jenis bahan bleaching dapat mempengaruhi besarnya perubahan mikrodensitas dentin. Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya perbedaan mikrodensitas dentin pada hari ke-5 dan hari ke-15 pasca bleaching intrakoronal teknik walking bleach. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorium murni dengan metode post test control group design. Sebanyak 30 sampel premolar rahang bawah dibagi secara acak menjadi tiga kekompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 10 sampel. Bahan bleaching intrakoronal yang digunakan berupa sodium perborat dan hidrogen peroksida. Kelompok 1 tanpa pengaplikasian bahan bleaching, kelompok 2 pengaplikasian bahan bleaching sodium perborat (subkelompok 2A mikrodensitas dentin pada hari ke-5, dan subkelompok 2B mikrodensitas dentin pada hari ke-15), dan kelompok 3 pengaplikasian bahan bleaching hidrogen peroksida. (subkelompok 3A mikrodensitas dentin pada hari ke-5, dan subkelompok 3B mikrodensitas dentin pada hari ke-15). Uji mikrodensitas dentin dilakukan dengan alat Scanning Electron Microscope. Uji One Way Anova menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara ketiga kelompok dengan p=0,000 (p<0,05). Kelompok 1 memiliki nilai mikrodensitas tertinggi (100%), selanjutnya subkelompok 2A dan 2B (94,52% dan 85,50%), dan subkelompok 3A dan 3B (89,3% dan 73,89%). Mikrodensitas dentin pada hari ke-5 lebih tinggi dibandingkan pada hari ke-15 pasca bleaching intrakoronal teknik walking bleach. Mikrodensitas dentin pasca bleaching intrakoronal teknik walking bleach dengan sodium perborat lebih tinggi dibandingkan dengan hidrogen peroksida. Saran yang dapat diberikan adalah pengaplikasian bahan bleaching dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan rubber dam dan sarung tangan untuk meminimalisir sifat iritatif bahan bleaching yang dapat terjadi pada mukosa.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Intracoronal bleaching is one of the treatment of choice to partially or completely correct tooth discoloration. The intracoronal bleaching agents caused alterations in the chemical structure of dentin, dentin morphology and microdensity, mainly affected by the frequency and the agents used in the treatment. The aim of this study was to determine the difference of dentin microdensity at 5th and 15th days after intracoronal walking bleach. This study was a pure experimental laboratory with post-test control group design. 30 extracted human mandibular premolars were randomly divided into 3 large groups based on the bleaching agents used: Group 1 (non-bleaching group/positive control), Group 2 (Sodium Perborat), Group 3 (Hydrogen Peroxide). Each group was then subdivided into 2 groups: Group A (5th day) and Group B (15th day). The dentin microdensity was determined with Scanning Electron Microscope. One way ANOVA revealed that there was statistically significant difference between the three group p=0,000 (p<0,05). The highest microdensity was obtained by Group 1 (100%), followed by Group 2A (94,52%) and 2B (85,50%), and Group 3A (89,3%) and 3B (73,89%). The dentin microdensity at 5th day was lower than the microdensity at 15th day. The dentin microdensity after sodium perborat application was higher than the dentin microdensity after hydrogen peroxide apllication as intracoronal bleaching agent. To minimize the irritative effect of bleaching agents, protection of mucosal tissues must be emphasized in bleaching treatments by using rubber dam and gloves/handscoen.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save