Home
Login.
Artikelilmiahs
11687
Update
AFRIAN AZIS
NIM
Judul Artikel
JENIS-JENIS TUMBUHAN BAWAH YANG BERPOTENSI SEBAGAI TUMBUHAN OBAT DI BAWAH TEGAKAN JATI (Tectona grandis) DAN TEGAKAN PINUS (Pinus merkusii) DI RPH CIMANGGU
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Hutan merupakan suatu areal yang dihuni oleh berbagai masyarakat tumbuhan seperti pohon dan tumbuhan bawah. Tumbuhan bawah adalah tumbuhan yang berada di lantai hutan dan berfungsi sebagai penutup tanah. Beberapa jenis tumbuhan bawah diidentifikasi sebagai tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat. Penelitian ini dilakukan pada tegakan Jati (Tectona grandis) dan tegakan Pinus (Pinus merkusii) di RPH Cimanggu yang merupakan wilayah KPH Banyumas Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tumbuhan obat dan untuk mengetahui perbedaan jenis-jenis tumbuhan bawah sebagai tumbuhan obat pada tegakan jati dan tegakan pinus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Pengukuran struktur vegetasi tumbuhan bawah yang terdapat pada lokasi tegakan jati dan tegakan pinus dibuat petak tunggal ukuran 1 ha. Pada kuadrat 1 ha dibuat kuadrat 2 m x 2 m yang diletakkan pada setiap titik diagonal kuadrat 1 ha. Variabel pada penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel tergantung. Variabel bebas adalah faktor lingkungan meliputi suhu, intensitas cahaya, kelembapan, dan pH tanah yang diukur pada petak berukuran 2 m x 2 m, sedangkan variabel tergantung adalah komposisi tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tumbuhan obat pada setiap tegakan. Parameter penelitian ini adalah jumlah spesies dan jumlah individu setiap spesies tumbuhan bawah yang berpotensi sebagai tumbuhan obat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan perhitungan indeks nilai penting, indeks keanekaragaman (index diversity of Shennon-Wiener) dan indeks kesamaan (index of similarity). Hasil penelitian di dapatkan 16 spesies tumbuhan obat pada tegakan jati dan 12 spesies pada tegakan pinus. Nilai indeks keanekaragaman tumbuhan obat pada tegakan jati yang diperoleh yaitu 2.45 dan nilai indeks keanekaragaman tumbuhan obat pada tegakan pinus yang diperoleh yaitu 2.25 yang menunjukkan keanekaragaman jenis yang sedang pada suatu kawasan. Indeks kesamaan yang diperoleh dari 2 tegakan yang dibandingkan yaitu 54.72 % yang menunjukkan pada kedua tegakan tersebut berbeda.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Forest is an area inhabited by various plant communities such as trees and undergrowth. Undergrowth is a plant that lies on the forest floor and functions as ground cover and several undergrowth species are identified as plants that can be used as medicinal plants. This study was conducted on Teak (Tectona grandis) stands and Pine (Pinus merkusii) stands in RPH Cimanggu which was a KPH region of West Banyumas. The aim of this study was to find out the undergrowth plant species which have potential as medicinal plants and to learn the difference of undergrowth plant species as medicinal plants on teak stands and pine stands. Method used in this study was survey. Measurement of undergrowth vegetation structure on teak stands and pine stands location used a single plot with an area of 1 ha. Plot square of 2 m x 2 m was sampled diagonally on four sides and in the middle of each 6 plots so that there are 30 plots of 2 m x 2m in 1 ha. Variables in this study was independent variables and dependent variables. Independent variables were environmental factors such as temperature, light intensity, humidity, and soil pH which was measured on 2 m x 2 m plots, while dependent variables were undergrowth composition which have potential as medicinal plants on each stands. Parameters of this study was total number of species and total number of individual from each undergrowth species which have potential as medicinal plants. Collected data was analyzed with calculations of index of important value, index of diversity (Shannon-Wiener) and index of similarity. Results found 16 medicinal plants species on teak stands and 12 species on pine stands. The index of diversity values on teak stands and pine stands was 2.45 on teak stands and 2.25 on pine stands which showed a moderate amount of species diversity in a region. Index of similarity from 2 compared stands was 54.40 % which showed that both of these stands were different.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save