Home
Login.
Artikelilmiahs
11601
Update
FITRI EKA APRILIA
NIM
Judul Artikel
KARAKTERISTIK LEKATAN ANTARA TULANGAN BAJA DAN BAMBU DALAM BETON AGREGAT KASAR RINGAN DARI PLASTIK PP-PET PADA FAS 0.42 DENGAN UJI PULL-OUT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Beton merupakan elemen struktur bangunan yang telah dikenal dan banyak dimanfaatkan sampai saat ini. Melihat kondisi yang seperti ini, permodelan teknologi alternatif beton dapat divariasikan dengan menggunakan berbagai agregat campuran yang ringan. Seperti beton yang berbahan campuran plastik. Plastik yang memiliki berat jenis yang cukup ringan, dapat diaplikasikan sebagai agregat kasar pengganti batu kerikil yang memiliki berat yang cukup besar. Salah satu persyaratan dalam beton bertulang ialah adanya lekatan antara tulangan dan betonnya. Hilangnya lekatan antara beton dengan tulangan pada struktur mengakibatkan keruntuhan total pada beton. Untuk menghindari hal tersebut perlu ditinjau nilai tegangan lekat beton terhadap tulangan agar diperoleh keseimbangan gaya antara tulangan dengan beton. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan kuat lekatan pada beton yang beragregat plastik dan beton yang beragregat kerikil dengan menggunakan fas 0.42. Benda uji dibuat silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Untuk benda uji kuat lekat menggunakan tulangan baja dan bambu diameter 8 mm panjang 30 cm. Tulangan ditanam didalam beton sepanjang 20 cm dan lebihnya untuk dijepit pada saat pengujian tarik (pull-out). Pengujian dilakukan pada saat beton berumur 28 hari dengan menggunakan Universal Testing Machine (UTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lekatan beton beragregat kerikil dengan abu sekam 10% memiliki nilai lekatan lebih besar dibandingkan dengan beton beragregat plastik dengan abu sekam 10%. Nilai rata-rata kuat lekat beton beragregat plastik abu sekam (0%) yaitu 5,27 MPa kemudian abu sekam (10%) 5,4 MPa.Sedangkan nilai rata-rata lekatan beton beragregat kerikil abu sekam (0%) 4,33 MPa dan abu sekam (10%) 5,65 MPa. Kemudian beton yang ditanam dengan tulangan bambu memiliki nilai kuat lekat lebih rendah dibandingkan dengan tulangan baja. Dengan nilai rata-rata 0.49 MPa untuk agregrat kerikil abu sekam(0%), 0.74 MPa agregat kerikil abu sekam(10%), dan 0.619 MPa agregat plastik abu sekam (0%), 0,637 MPa agregat plastik abu sekam (10%)
Abtrak (Bhs. Inggris)
A concrete is a well-known structural element of building and it is widely used until now. Seeing this condition, modeling of concrete alternative technology can be varied by using a variety of lightweight aggregate mix. Like a concrete made from plastic mixture, lighweight plastic can be applied as a coarse aggregate. It is a substitute for a quite heavy gravel. One of the requirements in concrete reinforcement is the bond between reinforcement and concrete. The loss of bond between concrete and reinforcement in the structure resulted in the total collapse of the concrete. To avoid this condition, it needs to be reviewed the value of concrete bond tension on reinforcement in order to obtain balance of force between reinforcement and concrete. This research was conducted by comparing bond strength on plastic aggregate and gravel aggregate in concrete by using fas 0.42. Test specimen was made cylinder with a diameter of 10 cm and 20 cm height, test specimen of bond strength used steel reinforcement and diameter 8 mm bamboo with 30 cm of length. The reinforcement embedded within 20 cm length of concrete and the remaining length to be clamped during pull-out test. The testing was conducted during a 28 days-old concrete with using Universal Testing Machine (UTM). The result indicated that concrete bond with gravel aggregate and 10% husk ash had greater bond value than concrete with plastic aggregate and 10% husk ash. The average value of concrete bond strength with plastic aggregate and husk ash (0%) was 5.27 Mpa, then husk ash (10%) was 5.4 Mpa. While the average value of concrete bond with gravel aggregate and husk ash (0%) was 4.33 Mpa and husk ash (10%) was 5.65 Mpa. Then, concrete embedded with bamboo reinforcement had lower bond strength value than steel reinforcement. With an average value of 0.49 Mpa for gravel aggregate and husk ash (0%), gravel aggregate and husk ash (10%) was 0,75 Mpa, and plastic aggregate and husk ash (0%) was 0,619 Mpa, plastic aggregate and husk ash (10%) was 0.637 Mpa.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save