Home
Login.
Artikelilmiahs
11500
Update
ANGGA ARIA BIMA
NIM
Judul Artikel
KAJIAN PERBEDAAN KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP PERTUMBUHAN, KEBERADAAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PAKCOY (Brassica rappa L.) ORGANIK DI DESA SERANG, KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ketinggian tempat merupakan faktor penting dalam budidaya tanaman pakcoy. Pakcoy merupakan komoditas sayuran yang dibutuhkan sehari-hari dan permintaannya cenderung terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jumlah daun, tinggi tanaman, panjang akar, dan bobot basah intensitas serangan hama dan penyakit, jenis musuh alami hama (predator) dan hasil panen pakcoy secara oganik pada dua ketinggian tempat yang berbeda Penelitian dilaksanakan di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Waktu pelaksanaan 2 bulan dari bulan Mei sampai Juli 2013. Penelitian ini dilakukan pada dua ketinggian tempat yaitu T1 (Serang / 1.288 m dpl) dan T2 (Gunung Malang / 1.480 m dpl). Analisis data yang digunakan adalah Uji T dengan taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan jenis hama yang ditemukan di lahan penelitian adalah H. infixaria, Lymantridae, P. xylostella, C. binotalis, S. litura, A. ipsilon, P. vittata, G. mitratus dan L. migratoria. Intensitas serangan hama tanaman pakcoy pada ketinggian 1.288 m dpl lebih rendah dibandingkan pada tanaman pakcoy pada ketinggian 1.480 m dpl. Ada kesamaan jenis predator yang ditemukan pada dua ketinggian tempat yang diuji yaitu E. annulata dan P. pseudoannulata. Populasi predator pada ketinggian 1.480 m dpl lebih besar dibandingkan pada ketinggian 1.288 m dpl. Jenis penyakit yang ditemukan pada lahan penelitian adalah P. infestans dan P. brassicae. Intensitas serangan penyakit P. infestans dan P. Brassicae pada ketinggian 1.288 m dpl lebih besar dibandingkan pada ketinggian 1.480 m dpl. Jumlah daun, tinggi tanaman dan panjang akar tanaman pada ketinggian 1.288 m dpl lebih besar dibandingkan pada ketinggian 1.480 m dpl. Sedangkan bobot basah tanaman pakcoy pada ketinggian 1.480 lebih besar dibandingkan pada ketinggian 1.288 m dpl.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The height of the place is an important factor in the cultivation of plants Brassica rappa . Pakcoy (Brassica rappa) is a commodity vegetables needed daily and demand tends to increase. This study aimed to compare the number of leaves, plant height, root length, and fresh weight, the intensity of pests and diseases, the type of natural enemies of pests (predators) and yields are oganik pakcoy at two different altitude. Research carried out in the village of Serang sub-district Karangreja Purbalingga .The implementation time two months from may until july 2013 .This research is carried on two the height of the T1 ( Serang / 1.288 m dpl ) and the T2 ( Gunung Malang / 1.480 m dpl ). The data obtained is T test with a level of 5%. The results showed the types of pests that are found in the study area include H. infixaria, Lymantridae, P. xylostella, C. binotalis, S. litura, A. ipsilon, P. vittata, G. mitratus and L. migratoria. Intensity of pest attacks on organic pakcoy at an altitude of 1,288 m above sea level was lower than on plants pakcoy at an altitude of 1,480 m above sea level. There were similarities predators found on two altitude tested, namely E. annulata and P. pseudoannulata. Predator populations at an altitude of 1,480 m above sea level was greater than the altitude of 1,288 m above sea level. Types of disease were found on farm research is P. infestans and P. brassicae. The intensity of P. infestans disease and P. Brassicae disease at an altitude of 1,288 m above sea level was greater at an altitude of 1,480 m above sea level. The number of leaf, height of the crop and root length at an altitude of 1.288 m above sea level were higher than in plants pakcoy at an altitude of 1.480 m above sea level. Heavy fresh weight in organic pakcoy at an altitude of 1.480 m above sea level were greater than plants pakcoy in 1.288 m above sea level.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save