Home
Login.
Artikelilmiahs
11472
Update
RESTY LINUWIH
NIM
Judul Artikel
POTENSI Gracilaria gigas DAN Gracilaria verrucosa HASIL BUDIDAYA DAN ALAMI SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUKSI BIOETANOL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Rumput laut merah Gracilaria memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan baku dalam industri bioetanol. Ketersediaan rumput laut Gracilaria di Indonesia cukup melimpah dan dapat ditemukan baik secara alami maupun budidaya. Perbedaan faktor-faktor ekologi pada lingkungan budidaya dan alami mempengaruhi kandungan biokimia Gracilaria termasuk kandungan gula totalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan gula total dan bioetanol yang dapat diproduksi oleh rumput laut Gracilaria gigas dan Gracilaria verrucosa hasil budidaya dan alami. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental. Tahapan produksi bioetanol meliputi dua proses utama, yaitu hidrolisis asam dan fermentasi menggunakan Sacharomyces cerevisiae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan gula total tertinggi sebelum dan sesudah proses hidrolisis adalah pada Gracilaria gigas alami yaitu 42,18% (g/g) dan 68,57% (g/g). Kandungan gula total terendah sesudah proses fermentasi ditunjukkan oleh Gracilaria gigas alami yaitu 26,74% (g/g). Kandungan bioetanol tertinggi dihasilkan oleh Gracilaria verrucosa alami yaitu 1,02 g/L. Penelitian lanjutan mengenai hidrolisis dan fermentasi diperlukan untuk mengoptimalkan produksi bioetanol berbahan baku rumput laut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Gracilaria are potential seaweed candidate which can be used as raw material in bioethanol industry due to their high carbohydrate content. The availability of Gracilaria in Indonesia is quite abundant and could be found both wild and cultivated. Ecological factor differences between natural and cultivation condition might influence Gracilaria biochemical content including total sugar content. This study aimed to investigate total sugar content and bioethanol which could be produced from wild and cultivated Gracilaria gigas and Gracilaria verrucosa. An experimental method was applied in this study. Bioethanol production consisted of two main processes, i.e. acid hydrolysis and fermentation using Saccharomyces cerevisiae. The result showed that the highest total sugar content before and after hydrolysis process was found in wild Gracilaria gigas (42,18% g/g and 68,57% g/g). The lowest total sugar content after fermentation process was showed by wild Gracilaria gigas (13,03% g/g). The highest bioethanol content was produced by wild Gracilaria verrucosa 1,02 g/L. Further researches regarding hydrolysis and fermentation are needed to optimize bioethanol production from seaweed.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save