Home
Login.
Artikelilmiahs
11432
Update
MAHMUDIN SAMSUL ARIFIN
NIM
Judul Artikel
KAJIAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) VARIETAS MULYOWILLIS PADA POLA TANAM GANDA JAGUNG DAN KEDELAI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh variasi saat tanam dan pola tanam terhadap pertumbuhan tanaman kedelai pada tumpangsari jagung dan kedelai, (2) pengaruh variasi saat tanam dan pola tanam terhadap hasil tanaman kedelai dan jagung pada tumpangsari jagung dan kedelai, (3) mengetahui saat tanam dan pola tanam yang tepat pada tumpangsari jagung dan kedelai untuk mengoptimalkan efisiensi penggunaan lahan. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Unsoed, mulai Juni 2014 sampai Oktober 2014. Rancangan yang digunakan adalah Split Plot Design, sebagai Main Plot adalah saat tanam jagung terdiri dari saat tanam jagung T1 (bersamaan kedelai); T2 (1 minggu setelah kedelai) dan T3 (2 minggu setelah kedelai). Sebagai Sub Plot adalah pola tanam terdiri dari P1 (2 kedelai, disisipi 1 jagung), P2 (3 kedelai, disisipi 1 jagung), dan P3 (4 kedelai, disisipi 1 jagung). Berdasarkan rancangan ini diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan. Setiap ulangan ditanami kedelai dan jagung monokultur digunakan untuk evaluasi NKL sistem tumpangsari sehingga terdapat terdapat 33 petak percobaan. Hasil penelitian menunjukan, variasi saat tanam dan pola tanam pada tumpangsari jagung dan kedelai tidak berbeda berpengaruhnya terhadap pertumbuhan kedelai kecuali pada umur berbunga. Variasi saat tanam tidak berbeda pengaruhnya terhadap hasil kedelai kecuali pada bobot biji per petak ubinan. Variasi pola tanam berbeda pengaruhnya terhadap hasil kedelai. Semakin rendah kerapatan pola tanam jagung dan kedelai maka semakin tinggi bobot segar brangkasan, bobot kering brangkasan, jumlah polong, bobot biji kedelai per tanaman dan bobot biji kedelai per petak ubinan. Selain itu, semakin tinggi tingkat kerapatan pola tanam semakin tinggi pula bobot biji jagung per petak ubinan yang dihasilkan. Hasil penelitian belum menunjukkan saat tanam yang tepat dalam budidaya tumpangsari jagung dan kedelai. Pola tanam pada sistem tumpangsari jagung dan kedelai yang meningkatkan efisiensi lahan tertinggi terdapat pada pola tanam P1 yaitu dengan NKL tertinggi dengan nilai 1,30.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Aims of the research were to know: (1) the effect of planting times and cropping pattern variations to growth of soybean on corn and soybean intercropping, (2) the effect of planting times and cropping pattern variations to yield of soybean on corn and soybean intercropping, (3) to know the planting times and the cropping pattern variations is right on corn and soybean intercropping to optimize the land efficiencity. The research was conducted at the experimental field of the Agricultural Faculty, Jenderal Soedirman University. Started from June 2014 to October 2014. The research design used the Split Plot Design (SSD), as the Main Plot is corn planting times consisting of T1 (concurrent soybean); T2 (1 week after soybean) and T3 (2 weeks after soybean). As a Sub Plot is cropping pattern consisted of P1 (2 soybeans, inserted 1 corn), P2 (3 soybeans, inserted 1 corn), and P3 (4 soybeans, inserted 1 corn). Based on this design obtained 9 treatment combination with 3 replications. Every replication planted with soybeans and corns in monoculture system for LER evaluation of intercropping system so that there is 33 experimental plots. Result of research showed that the planting times and cropping pattern variations on corn and soybean intercropping is not different effects on the growth of soybean except on flowering dates. The planting times variations is not different effects on soybeans yield except seeds weight per plot tile. Cropping pattern variations is different effect on soybeans yield. The lower corn and soybean cropping density, so higger stover fresh weight, stover dry weight, number of pods, seeds weight per plant and soybeans seeds weight per plot tile. Additionaly, the higger corn and soybean cropping density so higger the corns grain weight per plot tile. Result of research has not shown the proper planting times on corn and soybean intercropping system. Cropping patterns in intercropping system that improve the land efficiency is higgest in the P1 with LER value 1,30.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save