Home
Login.
Artikelilmiahs
11398
Update
MOHAMAD ELANG RINTO ADI
NIM
Judul Artikel
Marjin Pemasaran Bawang Merah di Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Peningkatan produksi tidak akan berarti bila tidak disertai pemasaran yang baik. Banyaknya lembaga pemasaran yang terlibat akan mempengaruhi panjang pendeknya saluran pemasaran dan besarnya biaya pemasaran. Tujuan dari penelitian adalah 1) mengetahui saluran pemasaran bawang merah; 2) mengetahui besarnya marjin pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran; 3) mengetahui besarnya Farmer’s Share, presentase bagian keuntungan dan bagian biaya pada setiap lembaga pemasaran. Penelitian dilakukan pada bulan November sampai Desember 2014 di Kecamatan Kersana Kabupaten Brebes. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive dengan pertimbangan kecamatan tersebut merupakan salah satu daerah sentra produksi bawang merah. Pengambilan sampel petani dilakukan di dua desa yang merupakan daerah penghasil bawang merah tertinggi. Sebesar 80 persen dari total produksi bawang merah di Kecamatan Kersana, yaitu Desa Limbangan dan Desa Kemukten. Metode pengambilan sampel untuk petani menggunakan metode Stratified Random Sampling, berjumlah 54 petani. Metode pengambilan sampel untuk lembaga pemasaran ditentukan dengan metode Snowball Sampling, berjumlah 28 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis marjin pemasaran, analisis farmer’s share, analisis bagian keuntungan dan analisis bagian biaya. Hasil penelitian menunjukan terdapat 4 saluran pemasaran bawang merah. Marjin pemasaran bawang merah pada saluran I sebesar Rp6.800,00, saluran II sebesar Rp6.283,00, saluran III sebesar Rp5.400,00, dan saluran IV sebesar Rp4.433,00. Farmer’s share pada saluran I sebesar 53,1 persen, saluran II sebesar 55,12 persen, saluran III sebesar 55,86 persen, dan saluran IV sebesar 63,16 persen. Bagian biaya pada saluran I sebesar 33,15 persen, saluran II sebesar 36,23 persen, saluran III sebesar 38,28 persen, dan saluran IV sebesar 21,53 persen. Bagian keuntungan pada saluran I sebesar 66,86 persen, saluran II sebesar 63,77 persen, saluran III sebesar 61,72 persen, dan saluran IV sebesar 78,47 persen.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Increased production would not mean when not accompanied by good marketing. Many marketing agencies involved will affect the length of the short marketing channels and marketing cost. The reasearch was aimed to 1) knowing the marketing channel of onion; 2) knowing the marketing margin on each marketing channel; 3) knowing the farmer's share, a percentage of profit and expense on each marketing institution. Research was held on November until December 2014 in Kersana District of Brebes Regency. This research area was select purposively because the district is one of the onion production center area. Sampling of the farmers conducted of two villages which are the highest onion productions area. 80 percent of the total production onion in Kersana District, that are Limbangan Village and Kemukten Village. Sampling method for farmers using stratified random sampling method and collect 54 farmers. Sampling method for marketing agencies determined by snowball sampling and collect 28 marketing agencies. Data analized by descriptive analysis, marketing margin analysis, farmer’s share analysis, profit share analysis and cost share analysis. The result showed there 4 onion marketing channels. Marketing margins of onion on channel I was Rp6.800,00, channel II was Rp6.283,00, channel III was Rp5.400,00, amd channel IV was Rp4.433,00. Farmer’s share on the channel I is 53,1 percent, channel II is 55,12 percent, channel III is 55,86 percent, and channel IV is 63,16 percent. Cost share at marketing channel was 33,15 percent, channel II was 36,23 percent, channel was 38,28 percent, and channel IV was 21,53 percent. Profit share in marketing channel I was 66,86 percent, channel II was 63,77 percent, channel III was 61,7, and channel IV was 78,47 percent.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save