Home
Login.
Artikelilmiahs
11382
Update
MOH. ANGGARA SETIARSO
NIM
Judul Artikel
STUDI POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO DAN PENGGUNAAN TURBIN ULIR DI SALURAN IRIGASI PRIMER BANJARCAHYANA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kebutuhan listrik di Indonesia semakin meningkat karena jumlah penduduk semakin meningkat. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan antara persediaan dan kebutuhan listrik di Indonesia, Sumber energi fosil pun mengalami penurunan. Pemerintah menyatakan agar penggunaan energi terbarukan (termasuk PLTMH) ditingkatkan untuk mengimbangi kebutuhan listrik di Indonesia.PLTMH bisa dipadukan dengan saluran irigasi salah satunya irigasi Banjarcahyana. Tinggi jatuh bangunan terjun pada saluran irigasi, rata-rata tidak begitu tinggi. Penggunaan jenis turbin ulir dapat mengatasi tinggi jatuh rendah pada PLTMH. Studi potensi dilakukan di Saluran Irigasi Primer Banjarcahyana untuk menentukan bangunan terjun yang akan direncanakan sebagai PLTMH. Pemilihan prioritas bangunan terjun menggunakan metode yang digunakan oleh IMIDAP. Bangunan terjun yang terpilih kemudian dianalisis debit andalannya, direncanakan dimensi intake, saluran pembawa, bak penenang, saluran pengarah, turbin ulir dan saluran pembuangnya. Berdasarkan hasil analisis dari IMIDAP maka pembangunan PLTMH adalah pada bangunan terjun B.BC 14. Pada bangunan intake, lebar intakeadalah 3,5 m, dan tinggi bukaan 1 m, jumlah pintu sorong bangunan intake sebanyak 2 buah, tinggi muka air saluran pembawa 0,808 m dengan lebar 3,7 m, volume bak penenang 113,4 m3, panjang bak penenang 18,9 m dengan lebar 10 m, saluran pengarah lebar 3,7 m, tinggi muka air 0,42 m, lebar saluran pembuang 3 m, dan tinggi muka air 0,65 m. Untuk dimensi turbinmemiliki casing turbin 1,25m, jari-jari luar 0,51 m, jari-jari dalam 0,347, jarak pitch 1,02 m, sudut dalam dan luar berturut turut adalah 64,910 dan 72,330.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Electricity demand in Indonesia is increasing because of the increasing population. This leads to an imbalance between supply and demand for electricity in Indonesia. Fossil energy sources also decline. The Government states that the use of renewable energy (including MHP) increase to offset the electricity demand in Indonesia. MHP can be combined with irrigation channel, c.g Banjarcahyana irrigation. Head of the drop structure of the irrigation channels are not so high. The use of screw turbine can be use to obtain low head of MHP. Potential studies conducted in Banjarcahyana Primary irrigation channel determine which drop structure will planned as MHP. The selection of the drop structure is using IMIDAP. The selected falls then analyzed dependable discharge, designing the intake, head race, forebay, dirrection channel, screw turbine and exhaust channel. Based on IMIDAP analysis, design of MHP is lay on B.BC 14 drop structure. The intake structure width is 3.5 m,and the opening height is 1 m, having 2 sluice gate, water level of head race is 0.808 m, and the width is 3.7 m, forebay volume is 113.4 m3, with forebay of 18,9 m a width of 10 m, 3.7 m wide directional channel, the water level of 0.42 m length, and the width of the exhaust channel is 3 m, and the water level is 0.65 m. For turbine dimensions are 1.25 m turbine casing, outer radius is 0.51 m, the radius within 0.347, pitch distance is 1.02 m, angle inside and outside are 64.910 and 72.330.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save