Home
Login.
Artikelilmiahs
11345
Update
DEVIANA MAYA ARSELA
NIM
Judul Artikel
STRATEGI NAFKAH (LIVELIHOOD STRATEGY) KELUARGA NELAYAN DI DESA ARGOPENI KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Strategi Nafkah (Livelihood Strategy) Keluarga Nelayan di Desa Argopeni Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi nafkah yang dilakukan nelayan untuk memperoleh pendapatan rumah tangga keluarganya, dan mengetahui perbedaan pendapatan antara nelayan yang hanya melaut dengan nelayan yang melakukan strategi nafkah. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini menggunakan data primer dengan 83 responden. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabulasi dan uji t (t-test). Berdasarkan hasil penelitian didapat (1) strategi nafkah yang dilakukan nelayan di Desa Argopeni adalah dengan melibatkan peran istri, diversifikasi pekerjaan, menabung dan pemanfaatan jaringan sosial. (2) Pendapatan nelayan yang hanya melaut dengan nelayan yang melakukan strategi nafkah signifikan berbeda. Pendapatan nelayan dari melakukan strategi nafkah lebih menguntungkan dibandingkan nelayan yang tidak melakukan strategi nafkah. Rata-rata pendapatan nelayan yang hanya melaut sebesar Rp16.657.673,00 sedangkan nelayan yang melaut dan melakukan strategi nafkah sebesar Rp20.044.826,00 atau naik sebesar 20,33 persen. Implikasi penelitian ini adalah perlu adanya peran kelompok nelayan dalam memberikan pembinaan, pelatihan dan fasilitas-fasilitas pendukung bagi masyarakat nelayan yang memiliki mayoritas pendidikan rendah agar apa yang menjadi pilihan dari strategi nafkah mereka dapat terus bertahan guna untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan nelayan di Desa Argopeni. Nelayan di Desa Argopeni hendaknya mempertimbangkan untuk melakukan strategi nafkah karena dengan melakukan strategi nafkah akan memberi keuntungan lebih kepada nelayan daripada hanya mengandalkan penghasilan dari hasil melaut saja. Selain itu pemerintah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan juga sebaiknya melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat nelayan agar dapat lebih kreatif dalam mencari atau menciptakan pekerjaan baru saat musim paceklik atau musim sepi ikan datang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research’s title is “Livelihood Strategy of Fishermen’s Family in Argopeni Village Ayah District, Kebumen”. The purposes of this study are to find out the fishermen’s livelihood strategies to obtain their families household income, and to know the income’s difference among fishermen who only catch fish with fishermen who make a livelihood strategy. This type of research is quantitative descriptive survey method. This research uses primary data with 83 respondents. The analytical tools that used in this research are tabulated and t test (t-test). Based on the results of the research obtained (1) livelihood strategies which is conducted by fishermen in Argopeni Village is by involving the role of wife, obtaining job diversification, saving, and utilizing of social networks. (2) fishermen’s income who only catch fish compared to fishermen who make a livelihood strategy have significant differences. Income of fishermen who make a livelihood strategy is more profitable rather than fishermen who didn’t make a livelihood strategy. The average income of fishermen who catch fish is only Rp16.657.673,00 whereas the fishermen who sail and make a livelihood strategies is Rp20.044.826,00 or increase with the number 20.33 percent. For the implication, this research needs the role of fishermen’s group in providing guidance, training and supporting facilities for fishing communities who have the majority of low education so what has become their choices of livelihood strategies could continue to survive to improve the welfare and progress of the fishermen in Argopeni Village. Fishermen in Argopeni Village should consider to implement livelihood’s strategy because by doing a livelihood strategy will give more benefits to fisherman rather than just relying on the income just from fishing. In addition, the government through the Department of Fisheries and Marine Resources should provide socialization and education to fisherman’s communities to be more creative in finding or creating new jobs when the famine season or rare fish season come.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save