Home
Login.
Artikelilmiahs
11161
Update
ARIANNA SUSANTO
NIM
Judul Artikel
KAJIAN USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA KERUPUK GROPAK DI DESA SOKARAJA TENGAH KECAMATAN SOKARAJA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ubi kayu atau singkong merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan merupakan tanaman pangan yang mudah rusak jika tidak diolah. Pengolahan singkong dapat memberikan nilai tambah bagi singkong tersebut dan bagi pengrajin. Desa Sokaraja Tengah merupakan salah satu desa di Kecamatan Sokaraja yang memiliki banyak usaha industri rumah tangga. Salah satu industri rumah tangga yang diusahakan di desa ini adalah kerupuk gropak. Bahan baku kerupuk ini adalah singkong, yang berasal dari Wonosobo. Pada umumnya pengrajin tidak memperhitungkan secara terperinci aspek-aspek finansial dalam usahanya, seperti biaya produksi, penerimaan dan keuntungan dalam usahanya. Perhitungan mengenai aspek-aspek finansial tersebut sangat menentukan dalam mempertahankan keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) biaya, penerimaan dan keuntungan industri rumah tangga kerupuk gropak, (2) tingkat Break Even Point (BEP) atau titik impas, dan (3) efisiensi usaha industri rumah tangga kerupuk gropak. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1November sampai 30 November 2014. Sasaran penelitian ini adalah pengrajin kerupuk gropak dengan jumlah responden sebanyak 20 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei, sedangkan metode pengambilan sampel yang digunakan sensus. Metode analisis yang digunakan adalah: analisis deskriptif, analisis biaya, analisis penerimaan dan keuntungan, analisis Break Even Point, dan analisis rentabilitas. Hasil analisis biaya menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi kerupuk gropak per periode produksi pada bulan November 2014 sebesar Rp98.863,87. Rata-rata penerimaan per periode produksi pada bulan November 2014 sebesar Rp102.750 dan keuntungan rata-rata per periode produksi pada bulan November 2014 sebesar Rp3.886,13. BEP (unit) sebesar 3,77 kg dan BEP (penerimaan) sebesar Rp41.628,19. Hasil analisis rentabilitas ekonomi bulan November 2014 sebesar 3,93 persen. Hal ini menunjukkan bahwa industri rumah tangga kerupuk gropak menguntungkan dan sudah efisien sehingga layak untuk dikembangkan. Kata kunci: kajian usaha, gropak, singkong.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cassava is one of food plants widely cultivated in Indonesia and easily damaged if it is not processed. Cassava processing can provide added value to the cassava and for producers. Central Sokaraja is a village in Sokaraja Subdistrict that has many home industries. One of home industries run in this village is kerupuk gropak that uses cassava as the raw material. Generally, producers do not calculate financial aspects in their business, such as production cost, income, and profit in their business in detail. Calculation of those financial aspects is crucial in maintaining business continuity. This research is aimed to discover: cost, income, and profits of kerupuk gropak home industry; level of Break Even Point (BEP); and the efficiency of kerupuk gropak home industry. This research was a census and the research method used was survey. Data collection was held from 1 November until 30 November 2014. The research target was kerupuk gropak producers that were 20 people. Analysis method used was descriptive analysis, cost, income, profit, Break Even Point, and profitability. Analysis result showed that the average production cost of kerupuk gropak in November 2014 was IDR 98.863,87, income gained was IDR 102.750,00, and the average profit was IDR 3.886,13. BEP (unit) was 3,77 kilos and BEP (income) was IDR 41.628,19. The result of economic profitability in November 2014 was 3,37%. It showed that kerupuk gropak home industry was profitable and efficient so that proper to be developed. Keyword: business study, gropak, cassava.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save