Home
Login.
Artikelilmiahs
11112
Update
IMAN FIRMANSYAH
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETANI PADI DAN PETANI HOLTIKULTURA DI DESA LANGENSARI KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR PATROMAN PROVINSI JAWA BARAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Analisis Pengeluaran Rumah Tangga Petani Padi dan Petani Holtikultura di Desa Langensari Kecamatan Langensari Kota Banjar Patroman Provinsi Jawa Barat”. Adapun latar belakang penelitian ini adalah sebagai salah satu desa di Kecamatan Langensari yang memiliki potensi pertanian padi dan holtikultura, Desa Langensari merupakan salah satu desa dengan penduduk yang mayoritas bekerja di sektor pertanian yaitu sebesar 47,86 persen, namun tahapan kesejahteraan keluarga di Desa Langensari masih rendah, yaitu sebanyak 937 keluarga atau 24,56 persen masih berada pada kondisi pra sejahtera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran rumah tangga petani padi dan petani holtikultura di Desa Langensari. Selain itu untuk mengetahui apakah pendapatan petani padi dan petani holtikultura Desa Langensari sudah memenuhi standar kebutuhan hidup layak Kota Banjar Patroman. Penelitian ini menggunakan data primer dengan 89 responden (77 responden petani padi dan 12 responden petani holtikultura). Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi logistik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan (1) secara keseluruhan variabel pendapatan, kredit, pendidikan, dan tanggungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga (2) secara parsial hanya variabel pendapatan yang berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga, sedangkan variabel kredit, pendidikan, dan tanggungan keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga petani padi dan petani holtikultura. (3) Sebanyak 67 responden atau sebesar 75,28 persen(66 responden petani padi dan 1 responden petani holtikultura) termasuk ke dalam kategori kurang memenuhi standar KHL Kota Banjar Patroman. Sementara 22 responden atau sebesar 24,72 persen (11 responden petani padi dan 11 petani holtikultura) termasuk ke dalam kategori sama atau lebih besar daripada standar KHL Kota Banjar Patroman. Implikasi penelitian ini yaitu pertama perlunya peran Pemerintah Daerahuntuk terus mempertahankan program keluarga berencana dengan dua anak dan meningkatkan kualitas pendidikan sesuai program wajib belajar 12 tahun, sehingga pada masa yang akan datang petani Desa Langensari mempunyai regenerasi petani yang mempunyai skill petani terlatih sekaligus terdidik, yang nantinya mampu menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan petani yang kurang mengenyam pendidikan. Dari hasil pertanian yang tinggi, tentunya pendapatan petani akan meningkat dan kebutuhan hidup layak akan terpenuhi. Kedua, peran Dinas Pertanian Kota Banjar Patroman dan pengurus kelompok tani sebaiknya mempunyai hubungan sinergis dan aktif dalam mengintensifkan pendampingan lewat kelompok tani. Seperti penyuluhan, pelatihan strategi pemasaran, dan bantuan kredit baik untuk konsumsi atau untuk modal kerja yang dapat dilakukan dan diawasi melalui kelompok tani. Sehingga petani padi dan petani holtikultura mampu memenuhi kebutuhan hidup layak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research entitle "Analysis of Household Expenditure of Rice Farmers and Horticulture Farmers in Langensari Village District Langensari Banjar Patroman Cityof Province West Java". Langensari is a village which hashigh rice agriculture and horticulturepotential more over mostly whole population works in the agricultural sector in the amount of 47.86 percent, but still less prosperity to fulfill their family’s needed, 937 families or 24.56 percent is still in pre-prosperous condition. The objective of this research to determine the factors that affect the household expenditure of rice farmers and horticulture farmers in the Langensari Village and determine income of rice farmers and horticulture farmers Langensari Village to calculate standard requirements Banjar Patroman decent living. This research uses primary data with 89 respondents (77 respondents rice farmers and12 respondents horticulture farmers). Analysisin this research used a logistic regression. Based on the research results indicate (1) the overall test shows independent variable income, credit, education, and family are simultaneously significant on the influence household expenditure (2) the partially test, only income variable significant on the household expenditure, meanwhile, the variables of credit, education, and family dependency are not partially significant on the household expenditure farmers rice and horticulture farmers. (3) A total of 67 respondents, or 75.28 percent (66 respondents rice farmers and 1 respondent horticulture farmers) fall into the category of less compliant of Banjar Patroman’s KHL standard. 22 respondents or 24.27 percent (11 respondents rice farmers and 11 respondentshorticulture farmers) same category or greater than the KHL Banjar Patroman’s standard. The implication of this research is: first, necessity of the role of Local Government to continue maintain the family planning program with two children and improve the quality of education according to twelve year compulsory education, so that in future farmers in Langensari village has a generation who have trained at the same skill educated farmers, who will be able to generate higher productivity compared to farmers who are less educated. Second, the role of the Department of Agriculture and administrators Banjar Patroman farmer groups should have a synergistic relationship and intensify active in mentoring through farmer groups such as counseling, training, marketing strategies, and credit assistance either for consumption or for working capital to do and monitored through farmer groups. So the rice farmers and horticulture farmers are able to meet the needs of a decent life.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save