Home
Login.
Artikelilmiahs
10507
Update
LIBRA HENDRA PRANATA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN TINGKAT KELELAHAN PADA PEKERJA WANITA BAGIAN PRODUKSI SOHUN (Studi pada Perusahaan Sohun Gunung Sugih Ledug Purwokerto)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Semua jenis pekerjaan baik formal dan informal menimbulkan kelelahan kerja. kelelahan kerja dapat menyebabkan tingginya angka kecelakaan kerja Berdasarkan laporan International Labour Organitation (ILO), setiap hari terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban fatal sekitar 6000 kasus. Sementara di Indonesia setiap 100.000 tenaga kerja terdapat 20 orang fatal akibat kecelakaan kerja. Salah satu faktor yang mempengaruhi kelelahan kerja adalah status gizi yang diukur menggunakan indeks massa tubuh (IMT) Tujuan Penelitian: Tujuan Umum Penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara IMT dengan Tingkat Kelelahan pada tenaga kerja wanita bagian produksi sohun di PS. Gunung Sugih Ledug Purwokerto Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan bentuk studi observasional analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan responden dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling. Pengukuran IMT dilakukan menggunakan timbang injak dan mikrotoise, sedangkan untuk pengukuran tingkat kelelahan menggunakan alat ukur reaction timer. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 43 pekerja wanita bagian produksi sohun yang diambil pada tanggal 29-30 Desember 2014. Analisis data bivariat menggunakan uji non-parametrik Spearman. Hasil: Hasil penelitian didapatkan hubungan antara IMT dengan tingkat kelelahan kerja pada pekerja wanita bagian produksi sohun (studi pada PS. Gunung Sugih Ledug Purwokerto) dengan nilai p<0.05 dan nilai r sebesar 0.266. Rerata IMT tenaga kerja wanita di PS. Gunung Sugih Ledug adalah 24,73 ± 3,91. Rerata tingkat kelelahan tenaga kerja wanita di PS. Gunung Sugih Ledug adalah 415,70 ± 102,65. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif antara IMT dengan Tingkat Kelelahan pada Pekerja Wanita Bagian Produksi Sohun di PS. Gunung Sugih Ledug Purwokerto.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: formal and informal job can cause fatigue. Fatigue can cause a high number of occupational accidents According to a report by the International Labour Organitation (ILO), every day, work accidents resulting in fatal victims around 6000 cases. While in Indonesia every 100,000 workers there were 20 fatal accidents. One of the factors that affect the nutritional status of job burnout was measured using body mass index (BMI) Objective: The objective of this study General is to determine whether or not the relationship between BMI with the level of fatigue in female workers in the PS Gunung Sugih vermicelli production departement Ledug Purwokerto. Methods: This study used a form of analytic observational studies used cross sectional Method. The technique sampling respondents in this study used total sampling. IMT measurements performed using the weight stampede and microtoise, while for the measurement of fatigue used a measuring instrument reaction timer. Number respondent studied 43 female workers vermicelli production departement taken on 29-30 December 2014. bivariate data analysis used non-parametric Spearman test. Results: The results showed a relationship between BMI at the level of job burnout in female workers vermicelli production (study at PS. Gunung Sugih Ledug Purwokerto) with p <0.05dan r value of 0.266. The mean BMI of women workers in the PS. Gunung Sugih Ledug was 24.73 ± 3.91. The mean level of fatigue of women workers in the PS. Gunung Sugih Ledug was 415.70 ± 102.65. Conclusion: there’s a positive relationship between BMI at the level of job burnout in female workers vermicelli production at PS. Gunung Sugih Ledug Purwokerto.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save