Home
Login.
Artikelilmiahs
10489
Update
IIN INDRAWATI
NIM
Judul Artikel
KEMEMPANAN EKSTRAK DAUN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata P.) DALAM MENGENDALIKAN ULAT KROP KUBIS (Crocidolomia pavonanna F.).
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui kemempanan ekstrak daun lidah mertua terhadap mortalitas, peletakkan telur, penetasan telur, penghambatan makan, dan pertumbuhan Crocidolomia pavonanna. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dari bulan Maret sampai Oktober 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap sebanyak 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diuji terdiri atas kontrol dan 5 taraf konsentrasi ekstrak daun lidah mertua, yaitu 60%, 70%, 80%, 90%, dan 100%. Variabel yang diamati adalah mortalitas larva C.pavonanna, jumlah telur yang diletakkan, jumlah telur yang menetas, penghambatan aktivitas makan, lama stadia larva, jumlah pupa yang terbentuk dan jumlah imago yang muncul. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F taraf kesalahan 5% dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai LC50 ekstrak daun lidah mertua pada C.pavonanna adalah 87,35%, ekstrak daun lidah mertua belum efektif untuk mengendalikan C.pavonanna pada konsentrasi 100% hanya mampu menimbulakn mortalitas sebesar 55,39% larva uji, mampu menekan peletakkan telur sebanyak 56,25% pada konsentrasi 80%, menekan penetasan telur sebanyak 84,71% pada konsentrasi 90%, dapat menekan aktivitas penghambatan makan 87,50% pada konsentrasi 70%. Ekstrak daun lidah mertua dapat menekan jumlah pupa yang terbentuk menjadi sebesar 87,50% dan jumlah imago yang terbentuk hanya sebesar 0,5% pada konsentrasi 80%. Selain itu, ekstrak lidah mertua juga menambah lama stadia larva pada konsentrasi 90% menjadi 8 hari dengan kondisi larva lemah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research was conducted at the Laboratory Plants Protection Faculty Agriculture of Jenderal Soedirman University Purwokerto from March until October 2014. This research was conducted by using completely randomited design as much as 6 treatments with four replicates. The treatments were made up controls and 5 sansevieria extract concentration level, ie 60%, 70%, 80%, 90%, and 100%. The variable measured were Crocidolomia pavonanna larval mortality, the number of eggs laid, number of egg that hatch, inhibition of feeding activity, long larval stage, the number of pupae formed and the amount of the imago emerged. Data were analyzed by F test fault level of 5% and if different real followed by LSD test 5%. Results of the research showed that LC50 value of sansevieria extract on C.pavonanna is 87,35%. Sansevieria leaf extract not effective to control C.pavonanna, at 100% concentration just causing mortality 55,39% larval lethal test, reduced laying eggs as much as 56,25% at a concentration of 80%, reduced hatching eggs as much as 84,71% at a concentration of 90%, can suppress the inhibitory activity of eating 87,50% at a concentration of 70%. Sansevieria leaf extract can reduced the number of pupae formed amounted of 87,50% and reduced the number of imago is formed only 0,5% at a concentration of 80%. In addition, add to sansevieria extract long larval stage. at a concentration of 90% for 8 days with the condition of weak larvae.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save